Utama

Dinkes Palopo Optimis Raih Tahun Depan

PALOPO — Daerah dari Luwu Raya memang belum bisa tembus Inovasi Pelayanan Publik 2016. Tahun ini belum bisa. Tapi, tahun depan, Dinas Kesehatan Kota Palopo optimis sudah bisa meraih penghargaan top inovasi pelayanan publik.
Untuk bisa meraih penghargaan tersebut, memang daerah dituntut menyiapkan terobosan dan inovasi di bidang pelayanan publik. ”Kita mohon doa dan dukungan semua lapisan masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan, Palopo bisa meraih ini,” ujar Kadis Kesehatan Kota Palopo, Dr dr Ishak Iskandar, M.Kes, kepada Palopo Pos, Kamis 26 Mei 2016, malam tadi.
Kadis mengakui ada surat yang masuk soal keikutsertaan dalam penilaian. ”Ada memang itu. Tapi, mungkin kita belum beruntung. Tapi, insya Allah tahun depan, Palopo sudah bisa mendapatkan. Insya Allah,” papar kadis.
Satu-satunya dari Provinsi Sulsel yang masuk Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016 adalah Kota Makassar. Dinas kesehatan Kota Makasar menampilkan karya inovasinya yang bertajuk ”Pelayanan Kesehatan ke Rumah 24 Jam.
Dari Jakarta dilaporkan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menyerahkan penghargaan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik 2016 di Jakarta, Kamis 26 Mei 2016.
Penyerahan dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla, didampingi MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
Berbeda dengan tahun lalu, penyerahan penghargaan ini dilakukan bersamaan dengan penyerahan BKN Award dalam rangkaian acara Rakornas Kepegawaian yang diselenggarakan BKN di Hotel Bidakara.
Tahun lalu, penyerahan penghargaan dilakukan bersamaan dengan penutupan Musrenbang Nasional.
Penetapan Top 35 melalui Keputusan Menteri PANRB No. 99/2016 tentang Penetapan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016.
Yang telah seleksi dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, dari 2.476 inovasi peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016.
Top 35 ini terdiri dari tiga kementerian, dua lembaga, delapan provinsi, 14 kabupaten, lima kota, tiga BUMN/BUMD yang masuk dalam top 35 ini.
Deputi Pelayanan Publik KemenPAN-RB Diah Natalisa mengatakan, kompetisi ini merupakan wujud dari program one agency, one innovation yang mewajibkan kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten/kota menciptakan minimal satu inovasi setiap tahun.
Kompetisi serupa juga digelar secara international oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikenal dengan United Nation Public Services Award (UNPSA).
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkatkan kinerja, efektivitas, dan produktivitas. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2016 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis 26 Mei 2016.
“Yang kami harapkan adalah peningkatan skill, keahlian, dan kekompakan yang baik dari pegawai sehinga menghasilkan kinerja birokrat yang baik,” pesan pria yang karib disapa JK itu.
JK menambahkan, ada tiga hal pokok yang menjadi perubahan pola kerja pegawai. Pertama, perubahan sistem pemerintahan yang beralih dari sentralistik ke arah desentralisasi untuk mendorong pemerintah daerah melakukan berbagai inovasi.
Kedua, akibat perubahan teknologi yang memengaruhi segala sisi kehidupan. Cara-cara yang dahulu kini telah berubah. Untuk itu, pemerintah mendorong perwujudan revolusi pelayanan pemerintah melalui e-government, smart city dan sebagainya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu berhubungan langsung dengan PNS.
Ketiga, persaingan saat ini bukan hanya ada di internal lingkup institusi. Namun sudah mengarah pada persaingan antar daerah dalam pemberian kualitas pelayanan publik.
“Ketiga hal itu harus mampu mengubah karakter ASN yang lebih inovatif, tidak sekadar menunggu perintah dan petunjuk pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga bisa menentukan kualitas pelayanan. Untuk mewujudkan hal itu perlu adanya skil dan kecakapan. Jika hal itu tidak terlaksana, ASN akan ketinggalan,” tegasnya.(ary)



Most Popular

To Top