Utama

Satpol-PP Konsisten Kawal Perda Miras

PALOPO –– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kembali mempertegas tidak ada pencabutan peraturan daerah (Perda) yang mengatur pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol (mino). Ia malah mendorong daerah yang miliki perda miras dan konsisten menegakkan.
Kasatpol-PP Palopo, Ade Chandra, menegaskan, pihaknya sebagai pengawal perda telah action di lapangan. Konsisten mengawal perda yang ada. ”Yang sudah ada perwalnya, kami sudah laksanakan. Yang lainnya masih menunggu petunjuk atasan. Lewat perwal,” tandas Ade Chandra, saat dihubungi Palopo Pos, Senin 23 Mei 2016.
Perda miras di Palopo, kata dia, sudah cukup bagus. Sudah mengatur jarak, jenis-jenis minuman beralkohol.
Saat ini, kata dia, baru peraturan wali kota tentang jenis-jenis miras yang sudah keluar. ”Kami sudah jalan soal itu. Kalau perwal lainnya, masih menunggu koordinasi dari bagian hukum. Yang jelas baru perwal tentang jenis miras yang ada di meja kami,” ujar kasatpol-PP.
Mendagri Tjahjo Kumolo meminta daerah untuk memperkuat aturan soal pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol/miras. ”Kami justru mendorong daerah konsisten membentuk perda miras. Kami sudah bikin instruksi untuk mengatur pengamanan, peredaran dan pencegahan miras. Terkait juga bagaimana home industri ini. Harus tegas,” kata Mendagri Tjahjo, Kamis 26 Mei 2016.
Dalam hal ini, bukan hanya miras impor atau produk dalam negeri yang telah memiliki izin, namun juga miras oplosan yang berasal dari produksi rumahan.
Tjahjo mengatakan, harus ada ketegasan dari daerah, bagaimana mengatur peredaran minuman tersebut, sampai pengadaannya.
Misal, peredaran miras hanya boleh di hotel berbintang, dan penjualannya hanya boleh kepada turis asing, tidak sembarang orang bisa mendapatkan miras.
Apalagi untuk miras jenis oplosan yang selama ini dianggap sebagai sumber kriminalitas, bahkan sampai mengakibatkan korban tewas.
“Seperti di Papua, saya sangat mendorong perdanya agar konsisten mengendalikan miras. Jangan juga sampai ada barang gelap bisa masuk,” ujar dia.(jpnn-ary)



Most Popular

To Top