Kriminal

Kebiri Bagi Predator Seks Anak Berlaku

PALOPO– Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palopo siap menjatuhkan hukuman kebiri bagi predator seks terhadap anak. Juru Bicara PN Palopo, Moch Yuli Hadi SH MH menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi Palopo Pos, Minggu, 29 Mei 2016 kemarin.
“Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang hukuman kebiri pelaku kejahatan seksual terhadap anak sudah diteken oleh presiden. Sebagai hakim, tentu UU itu akan kita laksanakan,”kata Yuli Hadi.
Namun, penetapan hukuman tambahan kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak harus mempertimbangkan berat ringannya perbuatan terdakwa, korbannya bagaimana, efeknya bagaimana, pelakunya ada berapa, dan pertimbangan lainnya sesuai pemeriksaan dalam persidangan.
“Intinya, penetapan hukuman tambahan kebiri terhadap terdakwa tergantung putusan hakim,”tegasnya.
Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ditandatangani oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016 lalu. Pertimbangannya, pemerintah telah menetapkan kejahatan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa. Pasalnya, kejahatan itu dapat mengancam dan membahayakan jiwa anak.
Karena itu, dalam Perpu diatur mengenai pidana pemberatan, pidana tambahan, dan tindakan lain bagi pelaku. Presiden Jokowi menyatakan pemberatan pidana berupa tambahan pidana sepertiga dari ancaman penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu, ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati pun masuk ke pemberatan pidana.
Sedangkan untuk tambahan pidana alternatif yang diatur ialah pengumuman identitas pelaku, kebiri kimia, dan pemasangan alat deteksi elektronik. Presiden mengatakan penambahan pasal itu akan memberi ruang bagi hakim untuk memutuskan hukuman seberat-beratnya. Agar menimbulkan efek jera terhadap pelaku. (ara)



Most Popular

To Top