Metro

Penerima KIS Tak Boleh Pindah Kelas

PALOPO— Sebanyak 48.578 masyarakat yang ada di Kota Palopo mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pusat.
Ini berdasarkan SK Kemensos/HUK/2015 tentang penetapan PBI JKN tahun 2016. Sedangkan jumlah untuk penerima KIS daerah yang ditanggung oleh Pemkot Palopo sebanyak 51.000 peserta. Totalnya,99.578 yang ditanggung pusat dan daerah.
Data tersebut sudah ditetapkan oleh pusat dan daerah penerima bantuan KIS. Untuk itu, peserta KIS ini hanya dikhususkan kepada orang yang kurang mampu atau miskin.
Khusus untuk KIS pusat yang ditanggung, hanya kategori kelas III di rumah sakit
”Jadi untuk penerima KIS pusat dengan jumlah 48.578 yang dikhususkan untuk masyarajat yang kurang mampu di Kota Palopo. Dengan kategori kelas III,” terang Kabid Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Dinsos Kota Palopo, Rosnida, kepada Palopo Pos, Jumat, 27 Mei.
Apabila ada peserta KIS yang ingin pindah ke kelas I atau II, tidak diperbolehkan. Karena, sudah menjadi peraturan peserta KIS. Bahwa, tanggungan kepesertaannya hanya di kelas III. Nah, jika ada yang melanggar dan diketahui bahwa dia peserta KIS, maka haknya akan dicabut.
”Peserta KIS pusat yang ketahuan jika mereka pindah kelas dari yang sudah ditetapkan, maka akan dicabut haknya sebagai peserta KIS. Kalau dipikirkan secara logika berarti dia mampu dong, karena ingin pindah kelas yang lebih baik.,” papar Rosnida.
Rosnia pun mengatakan bahwa KIS baik pusat maupun daerah sudah semuanya aktif. Kini, sudah berjalan baik. ”Ya tentu aktif peserta KIS yang sudah didata baik pusat atau daerah,” bebernya.
Untuk kepastian aktif tidaknya kepesertaan KIS tersebut tentu akan diketahui setelah peserta menggunakannya pada saat berobat ke RS. Pihak RS tentu akan memeriksa secara komputerisasi apakah data peserta terdaftar dan kartunya aktif. ”Tapi yang jelas, semuanya sudah aktif,” kuncinya. (cr2/uce/d)



Most Popular

To Top