Utama

Andi Ichi Ketua Departemen Otsus

IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS

JAKARTA — Anggota DPR RI asal Sulsel, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta dipercaya masuk dalam kepengurusan DPP Partai Golongan Karya sebagai ketua departemen otonomi khusus. Andi Ichi yang datang sejak awal di Aula DPP Partai Golkar bahkan tak menyangka dirinya bisa masuk dalam kepengurusan DPP Partai Golkar. “Tidak tahu, masuk atau tidak pengurus nih. Saya datang saja,” kata Anggota Komisi IX DPR ini, kepada Palopo Pos, Senin 30 Mei 2016. Namun, pas ketika ketua Harian Nurdin Halid mengumumkan namanya, Andi Ichi, sapaan akrab Andi Fauziah sebagai ketua departemen bidang otonomi khusus, langsung mendapat applaus dari sejumlah undangan dan kader Partai Golkar yang hadir. Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam arahannya mengungkapkan, dia tidak ingin pengurus baru partainya berpolemik secara internal. Dia ingin mengedepankan kerja seperti yang terus digaungkan Presiden Jokowi. “?Kami ingin kerja, kerja, kerja, dalam 100 hari mendatang saya akan mengunjungi daerah dalam menghadapi Lebaran,” kata Setnov dalam acara pengumuman pengurus DPP Golkar, di Slipi, Jakarta, Senin 30 Mei 2016. Setnov menerangkan, ada perdebatan panjang dalam proses pembentukan kepengurusan DPP Golkar. Sebab, pembentukan kepengurusan ini bertujuan untuk rekonsiliasi sesuai Munaslub. “Implementasi visi negara kesejahteraan harus tercermin dalam struktur dan pembidangan kerja. Maka kami lakukan penajaman untuk menunjang visi negara kesejahteraan,” terang dia. Setnov mengatakan, pondasi yang menjadi acuan adalah wacana modernisasi partai. Karena itu, harus tercermin dalam struktur dan pembidangan kerja. “Mencerminkan Indonesia, kebhinekaan, SARA, semua kami lakukan secara proporsional dan sesuai ketentuan organisasi,” ucap dia. Mantan ketua DPR ini menambahkan, dalam menentukan pengurus Golkar, dia juga mempertimbangkan regenerasi kepengurusan, dan pertimbangan mengenai keterwakilan perempuan sesuai amanah UU parpol, yaitu keterwakilan di parpol sekurangnya 30 persen. “Ini menjadi pertimbangan penting. Dalam struktur alhamdulillah Golkar punya stok banyak kader perempuan. Detik terakhir empat jam masih ngitung tuh,” ucap dia. Setnov menuturkan, ada landasan right man on the right place yang dipertimbangkan dalam menyusun kepengurusan, agar para pengurus ke depannya bisa bekerja dengan sigap. “Periode kepengurusan cukup pendek, tinggal 3 tahun lagi. Sementara agenda politik sudah membentang, ada pilkada 2017, 2018, dan pemilu 2019 pileg dan pilpres serentak. Untuk itu, diperlukan percepatan kaderisasi, konsolidasi,” Setya Novanto menandaskan. SYL Tak Diakomodir Dari 8 nama calon ketua umum di Munaslub Bali, lalu, nama Syahrul Yasin Limpo saja yang tidak masuk dalam kabinet akselerasi kerja Setya Novanto. Sedangkan nama seperti Ade Komaruddin, Aziz Syamsuddin, Airlangga, Aziz Syamsuddin, Hajriantor Y Tohari, Priyo Budi Santoso masuk dalam kepengurusan DPP. Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid ketika dimintai konfirmasi akan hal tersebut menyebutkan kalau tidak masuknya nama Syahrul Yasin Limpo dalam pengurus DPP Golkar dikarenakan Syahrul masih dibutuhkan di Sulsel. “Pak Syahrul masih dibutuhkan di Sulsel jadi kita tidak masukkan dalam pengurus DPP,” kata Nurdin singkat, kepada Palopo Pos. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yang juga dimintai tanggapan menyebutkan bahwa nama-nama yang masuk dalam pengurus DPP adalah hak prerogatif dari para formatur. “Silahkan tanya langsung ke formatur dek,” katanya singkat.(idr/ary)



Most Popular

To Top