Baiknya Dipetakan Biar tak Boros Anggaran – Palopo Pos
Metro

Baiknya Dipetakan Biar tak Boros Anggaran

PALOPO – Persoalan pembangunan drainase dan plat dekker harus menjadi perhatian semua pihak agar tak boros anggaran. Mulai tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan hingga ke instansi terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo.

Jika tidak, air akan meluap hingga membanjiri badan jalan dan rumah warga seperti yang terjadi di kota Palopo saat ini.

Kamis, 4 Agustus 2016 kemarin, Ketua Komisi II DPRD Palopo, Steven Hamdani menindaklanjuti laporan warga soal drainase yang tersumbat di RT1/RW3 Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara. Disana, Steven didampingi pihak keluarahan dan pihak Distarcip melihat langsung kondisi drainase dan plat dekker.

Pantauan Palopo Pos, lumpur yang mengendap hampir mencapai permukaan drainse. Sampah-sampah plastik juga terlihat mengotori drainase yang berada tidak jauh dari SPBU di Jl Ahmad Razak. Informasi dari warga, plat deker yang menutupi hampir permukaan drainase disebut juga sebagai penyebab meluapnya air.

“Kalau hujan datang, air di drainase kandas tidak bisa lancar. Ada lumpur dan sampah ditambah permukaannya ditutupi plat deker. Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah saya,” kata Ketua RT1/RW2 di Kelurahan Pajalesang ini.

Kasi Pemberdayaan Kelurahan Pajalesang, Riatno Mustaring mengatakan, drainase yang tersumbat ini memerlukan penanganan yang menyeluruh dan cepat. Ini menyangkut kondisi drainase yang ada di wilayah kelurahannya yang perlu ditindaklnjuti oleh instansi terkait.

“Harapannya, Pemkot Palopo khususnya instansi terkait dapat memberikan solusi terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Distarcip Palopo, Hamsyari mengatakan, pengendapan sedimen menjadi salah satu akibat ditutupnya saluran drainase oleh warga setempat. “Kami akan melakukan pengerukan akibat pendangkalan di drainase ini,”katanya. Termasuk upaya untuk membongkar plat deker yang diduga sebagai penyebab masalah itu.

“Kita koordinasikan dulu dengan Pak Kadis,”tandasnya.
Menanggapi masalah itu, Ketua Komisi II DPRD Palopo, Steven Hamdani kepada Palopo Pos menjelaskan, kondisi drainase yang sudah tidak memadai banyak ditemukan dihampir kelurahan yang ada di Kota Palopo.
Dimana kendala dari permasalahan tersebut, akibat kurangnya pengawasan kebersihan terhadap drainase dari pemerintah setempat, baik pengawasan dari RT, RW, lurah dan camat.

Itulah yang menyebabkan terjadinya penyumbatan. Salah satunya endapan lumpur yang tidak dikeruk dan tumpukan sampah yang tidak dibersihkan.
Steven juga mempertanyakan aturan yang mengatur tentang ketinggian dan pembangunan plat deker disetiap rumah warga. Sebab hal ini berhubungan dengan volume drainase yang akan menampung debit air ketika terjadi hujan lebat. Yang jadi permasalahan juga adalah plat deker yang menutupi drainase, sehingga proses pembersihan sulit dilakukan.

Solusi untuk itu, kata Steven, perlu dibuatkan regulasi yang jelas tentang pembangunan drainase, plat deker dan infrastruktur lainnya.
“SKPD terkait perlu melakukan pemetaan pembangunan drainase disetiap wilayah agar pembangunan drainase dan infrastruktur lainnya dapat efektif dan efisien. Sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran, karena harus selalu melakukan penganggaran di tempat yang sama,” kata Steven.

Politisi dari partai
Golkar ini mengharapkan SKPD terkait melakukan pengawasan ketat pada setiap pekerjaan yang ada. Tujuannya, agar pelaksana kegiatan dapat membangun setiap pekerjaan dengan baik, kuat dan tahan lama.(ara/rhm)

Most Popular

To Top