Siswa tak Belajar, Suaedi: Ini Pelanggaran – Palopo Pos
Metro

Siswa tak Belajar, Suaedi: Ini Pelanggaran

PALOPO — Siparape disebut-sebut ide kreatif dari disdik. Namun, ide yang tujuannya baik justru cenderung menghambat proses belajar mengajar siswa di kelas. Kepsek dan guru PNS ramai-ramai ke SCC mengikuti Siparape. Sehingga, anak didiknya tidak mendapatkan haknya itu. Ini disdik mau menghancurkan atau dorong pendidikan.

”Pelanggaran ini. Kita dukung Siparape. Tapi, kita tidak mau akibat kegiatan ini, proses belajar mengajar di sekolah terganggu,” tandas Ketua Dewan Pendidikan Kota Palopo, Dr Suaedi, M.Si, kepada Palopo Pos, Kamis 4 Agustus 2016.

Mestinya, kata Suaedi, launching Siparape melihat hari di mana tidak mengganggu kegiatan di sekolah. Misalnya, launching digelar di hari libur. Bisa Sabtu atau Minggu. ”Kan aman itu,” terangnya.

Kalaupun harus digelar, kadis pendidikan harusnya tidak mewajibkan semua guru dan kepsek ikut di kegiatan Siparape tersebut. ”Cukup dengan utusan saja. Nanti utusan masing-masing sekolah menularkan ilmu yang didapat di seminar kepada guru lainnya,” paparnya.

Kalau begini jadinya, disdik jadi sorotan. Disdik yang harusnya marah kalau proses belajar mengajar di kelas tidak berjalan atau guru malas ngajar, malah memelopori guru tidak melaksanakan kewajibannya di kelas. Jangan sampai ada kesan, pendidikan di Palopo di tangan disdik mundur jauh.

”Ada kesan begitu muncul. Karena jangan sampai disdik dituding mau hancurkan atau mau maju pendididikan. Karena, tanggungjawab guru itu, ya harus mengajar,” papar rektor UNCP.

Sejumlah sekolah saat seminar Siparape digelar lebih awal memulangkan siswanya. Misalnya, SMPN 3, SMPN 4, SMAN 1, SMAN 3. Begitu juga di SDN. Banyak SDN yang memulangkan siswanya lebih awal. Karena guru-gurunya ‘dipaksa’ mengikuti Siparape.

”Kita hanya kesal saja. Karena anak kita tidak belajar satu hari itu. Mestinya ada edaran supaya kami sebagai orang tua mengetahuinya,” ujar salah seorang orang tua siswa SDN.

Anaknya biasanya pulang jam 12:00 Wita. Dengan adanya kegiatan itu, anaknya pulang pukul 10:00 Wita. ”Kasihan anak saya, ia menunggu dijemput sampai pukul 12:00 Wita,” ungkap dia.(ary)

Most Popular

To Top