Ekonomi

Gula Paling Lasir di Bulog

* Hastuti: Respon Masyarakat Sangat Baik

PALOPO— Memasuki hari ke-9 kegiatan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) Perum Bulog Sub Divisi Regional Palopo. Yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei 2017 hingga tanggal 31 Mei 2017 mendatang. Respon masyarakat sangat baik.

Terlihat dari antusiasme para konsumen mendatangi stand Bulog yang terletak di depan kantornya, Jl. Durian. Selain itu, pihak Perum Bulog Sub Divisi Regional Palopo juga melakukan penjualan secara mobile.

Seperti mendatangi pasar-pasar tradisional PNP dan juga Pasar Andi Tadda. Serta berkunjung ke beberapa kantor Kelurahan yang ada di Kota Palopo. Bahkan paling jauh sampai ke Kantor Kecamatan Bua.

“Kami melakukan penjualan secara mobile ke beberapa pasar dan juga kantor kelurahan dan kecamatan. Respon masyarakat sangat baik. Yang paling laku kami jual diluar yaitu gula,” terang Wakil Kepala Bulog Sub Divre Palopo, Hastuti Handayani kepada Palopo Pos, Kamis 25 Mei 2017 kemarin.

Data yang diperoleh dari Bulog Sub Divre Palopo selama 7 hari pelaksaan GSP. Lima bahan pangan yang dijual diantaranya beras medium sudah laku sekitar Rp2.000 kg, beras merah 160 kg, gula pasir Rp1.500 kg, bawang merah 400 kg, dan minyak goreng kemasan 430 liter. “Data penjualan tersebut sudah kami rekup sejak awal pembukaan. Sampai hari ke tujuh,” ujar Hastuti.

Dari respon masyarakat mengatakan bahwa memang perbandingan harga di pasaran saat ini meningkat. Dibandingkan dengan harga yang dijual di Bulog saat ini. Seperti salah satu konsumen yang membeli, Mira mengatakan bahwa harga disini murah dibanding dibeberapa penjual lainnya.

“Ia pak saya sangat butuh beberapa kebutuhan pokok seperti bawang merah, gula dan minyak koreng. Apa lagi ini sudah mau masuk puasa. Tentu saya harus mempersiapkan,” tuturnya.

Dalam kegitan ini Bulog Sub Divisi Regional Palopo bukan hanya sekedar mencari keuntungan. Tapi bagaimana masyarakat dapat mengakses pangan yang berkualitas. Menjelang masuknya bulan Ramadan.

“Kami berharap kegiatan ini tetap terlaksana selama bulan puasa. Namun belum ada petunjuk pasti dari pusat apakah akan diperpanjang,” tutup Hastuti. (udy/ikh)



Most Popular

To Top
.