Politik

Luthfy Sosialisasi 4 Pilar Bersama Mahasiswa PMKRI di Makassar

Anggota Komisi II DPR RI/MPR RI Fraksi NasDem asal dapil Sulsel 3, H.M Luthfi A. Mutty menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan (PMKRI) di Makassar, 23 September 2017. IST

MAKASSAR — Anggota Komisi II DPR RI yang juga Anggota MPR RI Fraksi NasDem asal dapil Sulsel 3, H.M Luthfi A. Mutty menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Sosialisasi digelar di Auditorium Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel pada, Sabtu 23 September 2017.

Pada kesempatan itu, mantan Bupati Luwu Utara dua periode tersebut menjelaskan makna dari 4 pilar berbangsa dan bernegara. Yakni, Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita menyadari bahwa negara-bangsa Indonesia adalah negara yang besar, wilayahnya cukup luas seluas daratan Eropa yang terdiri atas berpuluh negara, membentang dari barat ke timur dari Sabang sampai Merauke, dari utara ke selatan dari pulau Miangas sampai pulau Rote, meliputi ribuan kilometer. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17 000 pulau lebih, terdiri atas berbagai suku bangsa yang memiliki beraneka adat dan budaya, serta memeluk berbagai agama dan keyakinan, maka belief system yang dijadikan pilar harus sesuai dengan kondisi negara bangsa tersebut.

Luthfy Sosialisasi 4 Pilar Bersama PMKRI di Makassar, 23 September 2017. IST

Kedua, Undang-Undang Dasar 1945. Makna undang-undang dasar teruntuk kehidupan berbangsa dan bernegara dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Tanpa memahami prinsip yang terkandung dalam Pembukaan ini tidak mungkin mengadakan evaluasi terhadap pasal-pasal yang memiliki dalam batang tubuhnya serta barbagai undang-undang yang akhirnya menjadi derivatnya.

Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara yang diakui.

Dan, Keempat, Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan yang kemudian dijadikan prinsip dalam kehidupan dalam pemerintahan kerajaan Majapahit itu bagi mengantisipasi adanya keaneka-ragaman petunjuk yang dipeluk oleh kaum Majapahit pada waktu tersebut. Meskipun mereka berbeda petunjuk tetapi mereka tetap 1 dalam pengabdian.

Luthfi pada kesempatan itu berpesan pentingnya menerapkan kebhinekaan dalam kehidupan sehari-sehari karena Indonesia beragam suku, ras, dan agama.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa PMKRI. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top