Luwu Utara

Luthfy Ajak Junjung Nilai-nilai “Alebbireng” Kedatuan Luwu

Luthfi A. Mutty selaku Opu Pabbicara Kedatuan Luwu yang juga Anggota DPR RI mewakili Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu dalam sambutannya mengingatkan makna mattemu taung di Malangke. IST
2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Nilai itu tercermin pada sikap yang tidak silau oleh harta, tidak tuli oleh jabatan dan tidak lumpuh oleh pujian.

Sejak berakhirnya kekuasaan politik kedatuan Luwu pasca proklamasi kemerdekaan, maka simbol kedatuan telah terbagi ke berbagai institusi negara dan lembaga masyarakat yg membawa simbol Luwu.

“Lembaga itulah yang bertanggung jawab untuk tetap menumbuh kembangkan nilai Alebbireng itu,” pungkas Luthfi.

Pada acara Manre Saperra yang digelar di Malangke, Yang Mulia Datu Luwu menyampaikan 5 hal. Yaitu, Pertama, subsatansi acara ini adalah revitalisasi nilai “alebbireng” atau “kemuliyaan” yang selama ini dijunjung tinggi oleh Kedatuan Luwu. Kedua, Alebbireng itu tercermin pada 3 hal, tidak silau oleh harta, tidak tuli oleh jabatan, dan tidak lumpuh oleh pujian.

Ketiga, sejak kekuasaan politik Datu berakhir setelah menyatakan dukungan pada NKRI pasca proklamasi, maka kekuasaan Datu telah beralih kepada lembaga-lembaga negara yang ada di Luwu (Bupati, wali kota, DPRD,
Kepolisian, Kejaksaan, Perguruan Tinggi,) dan kepada lembaga masyarakat yang membawa simbol dan nama Luwu.

Keempat, lembaga inilah yang sekarang secara formal mengemban amanah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Adapun Datu hanya berfungsi sebagai pemimpin dan simbol budaya.

Terakhir, Kelima, seluruh lembaga-lembaga dimaksud bertanggung jawab untuk selalu menjadi suri teladan dari sikap dan tindakan yang tidak silau oleh harta, tidak tuli oleh jabatan, dan tidak lumpuh oleh pujian.(idr)

2 of 2Next
Use your ← → (arrow) keys to browse



Click to comment

Most Popular

To Top