Utama

Sakit Saraf, Ibu Dua Anak Gantung Diri

ilustrasi

BUA — Musniyati (32), warga Lorong Pabrica, Dusun Massigie, Desa Barowa tewas gantung diri, Kamis pagi 5 April 2018.

Jasad pertama kali ditemukan suaminya, Jail sekira pukul 06.30 Wita dengan posisi tergantung dipohon ketapang ditengah kebun belakang rumah. Setelah berkeliling lorong bersama anaknya mencari.

Tubuh Musniyati ditemukan tergantung dengan kondisi leher terlilit sarung Bali milik salah satu keluarga.

Adapun kronologi kejadian, berdasarkan penuturan Kakak almarhumah Herni (35), masih melihat Musniyati berada dalam kamarnya sedang tidur usai shalat subuh. Selang beberapa waktu kemudian, anggota keluarga lainnya sibuk dengan aktivitas masing-masing tanpa melihat kondisi Musniyati lagi. Ketika Herni kembali melihat dalam kamarnya sudah tidak ada lagi.

Sejumlah anggota keluarga, yakni suami, kedua anak almarhum dan kakaknya berkeliling mencari disekitar rumah. Dan didapat kemudian sudah gantung diri dipohon belakang rumah yang jaraknya sekira 100 meter.

Kapolsek Bua, AKP Antonius SH yang dikonfirmasi di rumah duka mengatakan, kejadian tersebut murni bunuh diri, bukan pembunuhan. Dan dari pihak keluarga juga menginginkan agar jenazah secepatnya dikuburkan tanpa harus divisum.

“Jadi ini sudah clear bukan pembunuhan,” ujar AKP Antonius.

Adapun motif dari almarhumah gantung diri, kata Kapolsek adalah depresi dari sakit saraf yang dideritanya selama ini.

Sebagai informasi, almarhumah dikenal sehari-hari sebagai pedagang nasi kuning yang berjualan di MTsN Palopo. Namun, sejak 6 bulan terakhir, Musniyati menderita sakit saraf yang bermula dari sakit maag biasa.

“Sudah diobati ke dokter, rumah sakit, tetapi tetap begitu saja. Bahkan sudah pakai obat kampung juga,” kata Kakak almarhumah, Herni (35).

Musniyati yang merupakan warga asal Bosso, Kecamatan Walenrang Utara sudah mengidap penyakit saraf 6 bulan lalu. Menurut pengakuan Kakaknya, Herni, ketika sakitnya kambuh, almarhum selalu mengeluh panas, dan sakit pada bagian kepala. “Kalau datang sakitnya selalu mau lari keluar. Juga na bilang biarmi matika saja. Sakit sekali,” sebutnya. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top