Ekonomi

Ayam Gepuk Berkah, Level Pedas Sampai Tingkat Mampus

PALOPO— Namanya Warung Ayam Gepuk Berkah, beralamat di Jalan Benteng Raya (dekat lampu merah kampus Akper Kamanre). Usaha kuliner yang satu ini menawarkan menu ayam goreng yang diberi tingkatan level kepedasan. Buka dari pukul 09.00 Wita pagi hingga pukul 21.00 Wita malam.

Palopo Pos yang sempat menyambangi Warung Ayam Gepuk Berkah bertemu langsung dengan sang pemilik bernama Akbar (24). Lalu pria lulusan SMK 1 Palopo itu menceritakan awal mula dirinya membuka usaha warung tersebut.
Katanya, awal ia membuka warung makan itu dari mencari tahu informasi melalui media sosial.

Selain itu, ada juga masukan dari teman-temannya untuk membuka usaha warung makan. “Selain memang saya juga lulusan perhotelan di SMK dan sedikit banyak tahu soal kuliner. Makanya saya coba untuk buka usaha ini,” tuturnya, Kamis, 19 April 2018 kemarin.

Akbar mengakui bahwa membuka warung makan ini dengan modal sendiri dan baru kurang lebih sebulan buka. “Saya baru buka kurang lebih sebulan. Tempat ini juga saya sewa per tahun,” katanya.

Warung yang khusus menjual ayam goreng yang digepuk atau dipipihkan ini menawarkan beberapa menu. Diantaranya mulai dari menu level pedas biasa dengan cabe 5 hingga 10 biji, level pedas sopan dengan cabe 15 hingga 25 biji. Kemudian, level pedas garuk dengan jumlah 35 hingga 40 cabe dan level pedas mampus 50 sampai 100 lebih cabe.

“Semua level menu harganya rata Rp15 ribu. Ditambah dengan nasi, sup, lalapan dan minumannya es teh,” ujar Akbar.

Pria asal Bajo Kabupaten Luwu ini juga memberikan pelayanan pesan antar jika ada pelanggan yang ingin diantarakan langsung ke rumahnya. “Saya juga bisa pesan antar menu kalau ada yang ingin memesan dan diantarkan ke rumahnya,” terangnya.

Menurutnya, buka selama kurang sebulan ini sudah ada beberapa pelanggan tetap. Yang makan paling sering mahasiswa dan juga karyawan. Sehari mulai dari pagi hingga malam bisa habiskan atau laku 50 porsi.

“Yah,, namanya baru buka tentu harus cari pelanggan dulu. Dari pagi jam 9 sampai jam 9 malam baru tutup. Kadang sore sudah habis dan tentu ditutup,” tutur pria yang masih lajang ini.

Dirinya berharap usaha yang dijalankannya ini kedepan bisa lebih baik lagi. Karena sampai saat ini belum memiliki karyawan untuk membantu. “Kadang hanya dibantu sama sepupu,” tutupnya. (udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top