Utama

Mahasiswi Cantik Asal Palopo Raih Penghargaan di Prancis

*Kembangkan Material untuk Baterai Mikro

PALOPO — Vinsensia Ade Sugiawati (27), mahasiswa pendidikan doktoral departemen kimia Aix-Marseille Université, Prancis asal Kota Palopo berhasil mengharumkan bangsa Indonesia.

Lewat penemuannya, Vinsen (sapaan akrabnya) berhasil mendapatkan penghargaan Mahar Schutzenberger dari Asosiasi Franco-Indonesia untuk Pengembangan Sains (AFIDES) pada, Kamis 3 Mei 2018 lalu.

Vinsen merupakan satu dari tiga peneliti muda asal Indonesia, yang meraih penghargaan ini. Ia berhasil meraih penghargaan, setelah proses seleksi dari 12 mahasiswa doktoral yang berpartisipasi.

Kepada Palopo Pos melalui akun FB-nya, Vinsen menjelaskan berhasil mengembangkan material elektroda dan elektrolit polimer untuk diaplikasikan pada baterai ukuran mikro Li-ion.

“Karena materialnya masih baru kita masih mengobservasi kapasitas yang bisa dihasilkan. Namun, kita sudah coba charge baterainya bisa sampe lebih dari 100 siklus atau bisa digunakan selama sebulan,” sebutnya.

Lanjut Vinsen, saat ini ia bersama rekannya masih terus mengeksplor material yang performanya bagus. “Makanya kita di laboratorium melakukan sintesis beberapa material elektroda dengan metode yang bervariasi
kemudian kita uji kapasitas, kestabilan, dan lain-lain. Baterai mikro yang banyak sekarang-kan masih primer, yang sekali pake saja,”jelasnya.

Contoh baterai primer, lanjutnya, yakni baterai untuk jam dinding, mainan, jam tangan.”Itu semua contoh baterai primer. Tidak bisa dicharge kayak baterai HP. Nah.. kita lagi mengembangkan material komposit untuk keperluan baterai mikro yang bisa dicharge jadi bisa dipakai berkali-kali,” ungkapnya.

Alumni strata 1 prodi ICP Kimia UNM ini menerangkan, dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di masa depan, penggunaan baterai berukuran mikro di bidang elektronik akan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan, baterai berukuran mikro lebih fleksibel dan tidak menghabiskan material yang besar dalam penggunaannya.

“Saya berusaha membuat materai yang berukuran mikro, karena ke depannya akan banyak mikroelektronik yang butuh baterai, tapi kendalanya kalau ukurannya besar kita tidak bisa pakai. Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan, sensor atau sampai smart card. Tidak mungkin kita pakai baterai yang ukurannya besar,” terangnya.

Anak dari pasangan Sugiarto, Guru SMKN 2 Palopo dan Ibu Watini, Ibu Rumah Tangga (IRT) sebelumnya menyelesaikan program magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini melontarkan, saat ini para peneliti kuhusunya di dunia baterai sedang gencar-gencarnya melakukan riset, untuk mengembangkan mikro baterai ini. Ia pun mengakui, material yang dia pakai untuk mengenbangkan risetnya, juga sudah pernah dipakai oleh peneliti sebelumnya. Namun ia mengganti elektrolit cair yang ia kembangkan di laboratorium.

“Baterai sekarang kan masih banyak yang pakai elektrolit cair. Banyak masalah yang ditimbulkan, misalnya kebocoran terus mudah korosi dan kurang praktis. Makanya, kita coba ganti elektrolitnya agar risiko seperti ledakan pada baterai bisa terhindari,” jelas alumni SMAN 1 Palopo tahun 2009 ini.

Dari prestasi yang diraihnya, Vinsen mendapatkan medali, uang dan piagam penghargaan yang langsung diberikan oleh presiden AFIDES di KBRI Paris. Ada tujuh juri dari universitas ternama di Prancis yang memilih Vinsesn dari salah satu penerima penghargaan ini.

“Penghargaan ini saya persembahkan secara spesial untuk mama dan bapak tercinta di Palopo. Serta adik-adik dan keluarga besar di Indonesia atas segala doa dan dukungannya. Juga semua guru, dosen, serta teman-teman yang hingga saat ini terus mendukung,” tuturnya. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top