Istri Mendominasi Minta Cerai – Palopo Pos
Kriminal

Istri Mendominasi Minta Cerai

ilustrasi

*Dipicu Ekonomi, Ditinggal Tanpa Kabar, dan Tidak Sepaham

PALOPO–-Angka perceraian kian meningkat dari bulan ke bulan. Buktinya di Pengadilan Agama (PA) Kota Palopo, tiap bulan mencatat puluhan kasus cerai yang putus.

Dari data yang didapatkan untuk bulan Juli lalu jumlah cerai putus sebanyak 43 kasus, dimana cerai gugat tetap mendominasi yakni 33 kasus dan cerai talak 10 kasus.

Panitera Pengadilan Agama Palopo, Drs Muh Tahir SH mengatakan kasus cerai yang putus tiap bulannya mencapai angka puluhan. Memang tidak bisa dipungkiri kalau masyarakat yang ingin mengajukan cerai sudah tidak bisa memperbaiki hubungan rumah tangganya. Walaupun ada upaya dari PA untuk melakukan mediasi.

“Maka tidak heran jika dalam setahun angka perceraian bisa mencapai ratusan bahkan kadang menyentuh angka ribuan,” ungkapnya kepada Palopo Pos, Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin di ruang kerjanya.

Diakuinya, kasus cerai gugat atau istri yang ajukan cerai memang sudah menjadi dominasi tetap tiap bulan. Masih tetap lebih banyak dari pada kasus cerai talak atau suami ajukan cerai. “Itu memang sudah biasa kalau istri lebih banyak cerai daripada suami,” ujarnya.

Lanjut Tahir, untuk faktor penyebabnya sendiri sebagian besar karena perselisihan, ekonomi dan juga ditinggal tanpa kabar. Kedua belah pihak baik istri maupun suami seringkali tidak sepaham, sehingga menimbulkan cerai. Faktor ekonomi disebabkan karena suami yang tidak mampu memberi nafkah kepada istri.

Dikatakannya, bahwa perceraian yang terjadi sejatinya tidak dapat dihindari. Sebab, perceraian sudah menjadi ranah pribadi. Hanya saja, banyaknya perceraian perlu menjadi perhatian. Makanya, kami berusaha menyelamatkan rumah tangga mereka dengan jalan terlebih dulu melakukan mediasi.

Walaupun tidak menyalahkan langkah yang diambil para penggugat cerai. Muh Tahir mengaku tetap ingin para suami dan istri dapat mempertahankan pernikahan mereka. Oleh karena itu, proses mediasi pun semakin digencarkan. Sebagai bentuk bantuan kepada pasangan yang ingin bercerai.

“Tiap ada kasus cerai yang akan di sidangkan pasti akan dilakukan dulu mediasi jika kedua belah pihak hadir. Namun jika salah satunya tidak hadir maka langsung lanjut ke tahap sidang. Walaupun memang selama ini proses mediasi yang berhasil sangat minim sekali,” tutupnya. (udy/him)

Click to comment

Most Popular

To Top