Dari HUT ke-67 IBI Perjuangkan PTT Jadi PNS – Palopo Pos
Metro

Dari HUT ke-67 IBI Perjuangkan PTT Jadi PNS

PALOPO — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palopo berusaha melakukan advokasi kepada stakeholder terkait agar para bidan PTT dapat diangkat menjadi PNS. Awal tahun 2017 sebanyak 39.000 bidan dengan usia 35 tahun diangkat menjadi CPNS Daerah.

Dan masih tersisa 4.220 bidan PTT usia 35 tahun. Pasalnya, peraturan belum dapat diangkat. IBI terus memperjuangkan untuk dapat diangkat melalui jalur khusus menjadi PNS.

Hal ini terungkap pada peringatan HUT IBI ke-67 tahun 2018 di Gedung Saodenrae Convention Center (SCC) Palopo, Kamis 9 Agustus 2018.

Ketua Panitia HUT IBI, Sitti Athifa Abadi S, ST,M.Kes, pada 24 Juni 2018 tahun ini, IBI telah genap berusia 67 tahun. Usia yang sangat matang dengan banyak pengalaman yang sudah dilalui sebagai organisasi profesi.

Pengalaman adalah kekayaan untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Salah satunya adalah liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi saat ini.

”Untuk itu, IBI perlu melakukan konsolidasi kedalam dan advokasi ke semua stakeholders terkait untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan tersebut,” kata Sitti Athifa Abadi.

Ketua IBI Kota Palopo, Hj Munawarah, S.ST mengatakan, bidan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional yang bertanggungjawab, yang bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan “Continuum of Care” pada pelayanan Kesehatan Reproduksi Perempuan, Bayi, Balita, dan Keluarga Berencana.

”Bidan memiliki peran penting dalam mengawal kesehatan maternal neonatal melalui Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan pelayanan berkualitas. Berbagai tantangan kedepan yang kita hadapi baik dari dalam maupun dari luar organisasi, antara lain jumlah anggota semakin bertambah dengan kualitas lulusan yang bervariasi, perlu penanganan secara khusus dalam rangka menghadapi liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi,” jelasnya.

Untuk itu, sebutnya, IBI perlu melakukan konsolidasi ke dalam dan advokasi ke semua stakeholder terkait untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan tersebut.

Sambutan Wali Kota Palopo mewakili Asisten I Bidang pemerintahan Kota Palopo, Drs H Burhan Nurdin, M.Si menyebutkan, sebagai penyampaian apresiasi terhadap bidan indonesia, sebelum mengambil keputusan sebagai bidan sudah tahu konsekuensi yang akan diterima dan apa yang telah dilakukan selama ini adalah bentuk kepedulian kemanusiaan yang luar biasa, profesi bidan ini adalah profesi yang sangat muliah.

”Profesi yang menyelamatkan ibu dan anak. Bidan sangat dibutuhkan masyarakat, mulai dari persalinan dan program keluarga berencana berjalan dengan baik semoga semakin maju ke depannya,” jelasnya.

Turut hadir Kadis Kesehatan, DR dr H Ishak Iskandar M. Kes, dr Hj Utiasari, M. Kes, Kepala Puskesmas se Kota Palopo, dan para medis se Kota Palopo. (rhm/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top