Kalatiku: Dukung Upaya Pengembangan Pariwisata – Palopo Pos
Toraja

Kalatiku: Dukung Upaya Pengembangan Pariwisata

*Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran HKI di Bidang Ekonomi Kreatif

RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan membuka kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang ekonomi kreatif yang diadakan di Toraja Miailiana Hotel, Kamis, 9 Agustus 2018 kemarin.

Acara ini terlaksana atas kerjasama Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, bersama Badan Pengelola Usaha Divisi Kekayaan Intelektual Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Bupati Toraja Utara Kala’tiku Paembonan usai acara pembukaan kepada para awak media katakan dirinya menyambut dengan penuh sukacita dan sangat gembira atas kegiatan ini. Karena upaya kami untuk mengembangkan kegiatan kepariwisataan yang bertumpu pada salah satu pilar utama adalah ekonomi kreatif ini itu terdukung.

“Hari ini (kemarin,red) terdukung dengan sangat sangat baik melalui satu kegiatan dari dua institusi dari pihak Bekraf dengan Universitas Sebelas Maret (UNS). Bagi kami ini sebuah anugerah yang akan membuat kami di Toraja Utara akan lebih bersemangat lagi mengembangkan lagi upaya upaya ekonomi kreatif itu,” terang Kalatiku.

Dengan sosialisasi dan pendaftaran hak intelektual seperti ini akan menjaminkan bahwa masa depan dari pada hasil-hasil pekerjaan atau hasil kegiatan kreativitas seperti ini. Itu akan bisa terjamin dengan sangat baik.

Jaminan seperti itu akan mendorong seluruh pelaku usaha-usaha ekonomi kreatif di Toraja Utara akan lebih bersemangat lagi.

Dalam melaksanakan dan mencari bentuk kreatifitas, berinovasi untuk menemukan bentuk bagian-bagian yang lebih menarik dalam berkarya di masa depan, papar Bupati Toraja Utara ini.

Terpisah Robinson Sinaga, Direktur Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengatakan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif itu berjalanan beriringan dan itu harus berkesinambungan. Dalam badan ekonomi kreatif ini kita selalu mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang dapat mendukung pariwisata.

“Salah satu bagian dari ekosistem ini adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hak kekayaan intelektual itu terdiri dari merek, desain industri, paten dan hak cipta dan ada beberapa lagi yang terpadu.

Hak kekayaan intelektual ini adalah perlindungan hukum, ini aspek hukum, karena pada umumnya masyarakat kita khususnya di daerah mereka ini belum terlindungi aspek kekayaan intelektualnya,” katanya.

Oleh karena itu, kita membuat satu program itu karena ini adalah salah satu program nasional bukan hanya Bekraf, ini programnya pemerintah pusat, tambahnya.

“Kenapa Toraja kami pilih karena ini diawali oleh kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan Kepala Bekraf. Bahwa Toraja memang punya potensi pariwisata dan lainnya. Kami hadir disini memperbaiki sebagian dari sistem ekonomi kreatif yaitu sistem hak kekayaan intelektual,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini masyarakat di Toraja hanya tanda tangan, biaya ditanggung oleh Bekraf. Pendaftarannya dan pengisian formulirnya juga dibantu, karena kalau pengisian pendaftaran sedikit rumit. Setelah itu kami siapkan semua lalu daftarkan ke Jakarta, setelah kami daftarkan kami akan berikan buktinya, urai Robinson.

Edi Tri Haryanto, Kepala Badan Pengelola Usaha Universitas Sebelas Maret katakan bahwa dari lembaga perguruan tinggi itu mempunyai fungsi yakni pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penelitian apa yang kita teliti terus diabdikan ke masyarakat.

Salah satu contohnya adalah kerjasama ini adalah satu bentuk pengabdian dari Universitas Sebelas Maret (UNS) bagian pengabdian untuk masyarakat termasuk mahasiswa yang KKN di Toraja ini.

(rp2/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top