Pemkot Rancang Lomba Meriahkan HUT RI – Palopo Pos
Metro

Pemkot Rancang Lomba Meriahkan HUT RI

PALOPO — Pemerintah Kota Palopo akan memeriahkan peringatan HUT RI ke-73 ini dengan sejumlah kegiatan. Rundown acara sudah ada yakni pelaksanaan beberapa lomba yang melibatkan seluruh masyarakat. Diantaranya, lomba gerak jalan indah, kegiatan olahraga, malam hiburan, dan malam kenegaraan.

“Sudah ditetapkan rangkaian acaranya,” ujar Kabag Humas Pemkot Palopo, Eka Sukmawati, kemarin. Tentunya semarak kegitan 17-an ini juga bakal meriah di kelurahan.

Muslimin, lurah Sampoddo kepada Palopo Pos juga akan menggelar beberapa lomba. Seperti misalnya panjat pinang yang merupakan agenda rutin setiap 17an dan beberapa lomba lainnya yang akan diikuti oleh anak anak.

Eka Sukmawati menyampaikan agenda yang telah disusun siap dilaksanakan. Apalagi kegiatan ini melibatkan SKPD yang bertanggung jawab pada lomba yang akan digelar oleh Pemkot nantinya.

JUALAN DI ATAS PEDESTRIAN

Nuansa peringatan HUT RI yang ke-73 saat ini sudah mulai terasa di Kota Palopo. Para pedagang musiman yang berharap untung di peringatan ini mulai menjajakan dagangannya di tempat-tempat strategis.
Ya, pedagang bendera. Puluhan pedagang musiman ini mewarnai pedestrian dengan merah putih.

Sehingga membuat mereka tidak sulit dijumpai. Ini bukan hal baru, mereka membuka lapak kala memasuki bulan Agustus yang menggunakan waktu kurang lebih 3 minggu untuk melariskan dagangannya.

Nurdin, salah seorang pedagang bendera tersebut telah berjualan empat hari lalu. Warga yang ber-KTP Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat ini kembali ke tempat mangkalnya di Jalan trans Sulawesi, di sekitaran Masjid Agung seperti tahun lalu.

Ia kembali bergelut dengan usahanya menjajakan kain 2 warna kepada pengguna jalan, dengan harapan bisa meraup untung seperti tahun-tahun sebelumnya. “Ini adalah tahun ketiga saya jualan bendera di Kota Palopo,” kata Nurdin, kepada Palopo Pos, baru-baru ini.

Ia menuturkan pada musim jualan tahun lalu ia menjual rata-rata bendera hingga 10 buah. “Sebenarnya tahun ini saya harapkan bisa lebih dari itu,” katanya. Namun kenyataanya sampai saat ini hanya terjual hingga 5 buah saja. Curiga Nurdin, masyarakat masih menggunakan bendera lama sehingga masih enggan untuk membeli.

Varian bendera ia jajakan. Mulai dari yang bermotif hingga umbul-umbul dengan tiga warna. Mahalnya bendera ditentukan dari ukuran panjang kali lebar kain dan motif yang dimiliki.

Untuk bendera merah putih harga jual mulai Rp25 ribu, kalau umbul umbul Rp30 ribu, ada juga yang Rp600 ribu untuk penggunaan dikantor dalam jumlah besar. Menurutnya, tidak banyak untung yang ia dapatkan dari jualan tersebut.

Hanya 20 persen dari total omzet jika seluruhnya terjual. Namun berdagang bendera harus terus dilakukan apalagi waktunya tiba. “Adalah sedikit yang bisa dibawa pulang ke rumah,” katanya.

Selain ngecer ia berharap banyak terhadap perkantoran yang ada di Kota Palopo, dimana hanya mereka yang menggunakan bendera dalam jumlah besar. Baginya Kota Palopo sangat ramah untuk berjualan seperti ini.

ia juga berkeyakinan tahun ini bisa lebih baik lagi dimana masih ada waktu beberapa hari hingga tanggal 17 untuk berjualan lalu kembali ke Bandung menunggu musim jualan berikutnya. (ald/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top