Palopo Potensial Bisnis Ayam Petelur – Palopo Pos
Ekonomi

Palopo Potensial Bisnis Ayam Petelur

PALOPO–Sejumlah pengusaha ternak ayam petelur mengakui produksi usaha telur hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 20 persen. Sisanya dari daerah luar. Hal itu disebutkan Andri Ramli ST, saat menjadi inisiator seminar peternakan ayam petelur di Mega Plaza, Minggu 12 Agustus 2018.

Dimana kegiatan tersebut menghadirkan PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk yakni sofyan bersama Supardi. “Terus terang kita hanya mampu 20 persen saja, atau satu pengusaha hanya bisa menghasilkan kurang lebih 300-500 rak perhari dari puluhan pengusaha yang ada,” ucapnya.

Sementara menurut Owner Depot Telur Anggrek Palopo tersebut kebutuhan telur di Palopo dan khususnya Luwu Raya ini 2.500 rak per hari. Selebihnya itu dari Sidrap, ujarnya.

Karena itu, ia menginisiasi kegiatan bimbingan tekhnis dengan menghadirkan 30-an pengusaha ternak ayam petelur agar adanya peningkatan usaha bisa lebih baik.
Menurut pemateri dari PT Charoen Pokphand Indonesia Sofyan potensi bisnis ternak ayam petelur di Kota Palopo ini cukup menggiurkan.

Data yang ia sampaikan perbandingan ayam yang menghasilkan telur yakni 1 berbanding 6, yakni 1 ayam yang berproduksi dalam kurun waktu setahun untuk dikonsumsi 6 orang. Padahal idealnya menurut Sofyan 1 banding 1. “Luwu Raya ini sangat potensial untuk bisnis tersebut,” ucapnya.

Namun di awal awal puluhan pengusaha mampu meningkatkan produksi usaha mereka. Dengan memperhatikan perilaku tumbuh kembang ayam. Namun menurut Andri kegiatan merupakan awal dari pelatihan yang akan digelar kedepan agar terus terjadi peningkatan produksi dan memberikan income yang besar terhadap pengusaha. (ald/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top