Motifnya Balas Dendam – Palopo Pos
Kriminal

Motifnya Balas Dendam

*Lanjutan Kepala Aktivis Bocor Dipukul

PALOPO — Teka-teki dibalik motif penganiayaan terhadap mantan ketua aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palopo, Wahyuddin Djafar terkuak. Bermotifkan masalah pribadi yang berujung dendam.

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf tidak menampik bahwa penganiayaan ini dipicu dendam antara korban dan tersangka. “Ada persoalan pribadi yang membuat tersangka dendam terhadap korban. Tersangka nekat melakukan penganiayaan setelah terjadi kles. Awalnya, hanya adu mulut, karena ada dendam membuat korban dianiaya,” kata perwira tiga balok di pundak ini, Rabu 15 Agustus kemarin.

Soal merebak isu bahwa penganiayaan terhadap aktivis karena disinyalir penghalang tempat hiburan malam akan beroperasi lagi, menurut Kasat Reskrim itu tidak benar. “Jika ada yang menambah-nambahkan motif lain dari penganiayaan ini, itu tidak benar dan tidak berdasar.
Kasus ini sedang berproses dan kita tetap profesional menanganinya hingga tuntas,” terang Kasat Reskrim.

Oca, salah satu tersangka juga mengaku tidak ada unsur lain terkait penganiayaan yang dilakukan terhadap Wahyuddin. “Sebelumnya kami ada masalah. Kami juga sempat mengancamnya sampai akhirnya kami melakukan pengeroyokan,” akunya.
Dari pantauan Palopo Pos, sejumlah aktivis rekan korban mendatangi Polres Palopo.

Mereka mendesak agar penyidik Polres Palopo segera mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami rekannya. “Kami mohon dan minta agar kasus ini diusut tuntas. Penganiayaan yang dilakukan tersangka tidak bisa ditelorir dan harus dijatuhkan hukum yang setimpal dengan perbuatannya,” kata sejumlah rekan korban.
Diberitakan sebelumnya, Wahyuddin Djafar dikeroyok di Jalan Anggrek, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa, 14 Agustus lalu.

Wahyuddin Djafar dikeroyok setelah satu jam melapor di Polres Palopo atas kasus pengancaman pembunuhan yang dialami.  Singkatnya, mengetahui Wahyuddin melapor ke Polisi, tersangka Oca dan Andra mendadak emosi kemudian menganiaya korban hingga sekarat hingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Kini, kedua tersangka ditangkap dan mendekam di Hotel Prodeo Mapolres Palopo, guna bertanggungjawab atas perbuatannya. (him)

Click to comment

Most Popular

To Top