Gencar Sosialisasi Manfaat Vaksin MR – Palopo Pos
FEMALE

Gencar Sosialisasi Manfaat Vaksin MR

Erni Hattabe S.Kep, M.MKes
Kepala PKM Bajo

Saat ini di masyarakat tengah dilanda keresahan mengenai pemberian vaksin MR bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun. Masyarakat bimbang memilih apakah mengizinkan anaknya divaksin atau tidak.

Apalagi setelah mengetahui fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksin MR hukumnya haram, namun penggunaannya saat ini dibolehkan (mubah).

Female edisi hari ini mengangkat peran dari tenaga kesehatan kaum hawa mensukseskan program pemerintah (Kemenkes) dalam mengeliminasi penyakit campak Jerman (rubella).

Erni Hattabe S.Kep M.Mkes, adalah seorang perempuan yang gigih dan tangguh terus mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat.

Awal karirnya ditempatkan di wilayah kerja Puskesmas Kertoraharjo, Mangkutana (1989) saat ini masuk Kecamatan Tomoni. Disana ia setiap hari jalan ke masyarakat memberikan pemahaman dan informasi kesehatan.

Dalam hidup ia punya motto hidup adalah perjuangan, berjuang meraih kemulian di dunia untuk bekal di akhirat agar kelak hidup ini tidak sia-sia.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan tunggu kita sakit dulu,” ujarnya saat ditemui usai Idul Adha di Desa Tana Rigella, Kecamatan Bua, Rabu 22 Agustus 2018.

Usai ditempatkan dari PKM Mangkutana, ia kemudian pindah ke PKM Ponrang, dan saat ini menjabat Kepala Puskesmas Bajo sejak tahun 2017.

Terkait program vaksinasi MR yang dilakukan pemerintah, selaku insan kesehatan, ia turut bertanggungjawab mensukseskan program tersebut.
Menurutnya, vaksin MR harus diberikan untuk kekebalan tubuh anak, agar terhindar penyakit rubella yang mematikan.

Meski telah ada fatwa dari MUI jika itu haram, namun mubah untuk digunakan saat ini, adalah sebagai salah satu bentuk ikhtiar (berusaha) yang dilakukan pemerintah.

Di wilayah kerjanya di PKM Bajo, Erni mengaku masih banyak ibu-ibu yang menolak anaknya untuk divaksin. Namun, ia tetap berusaha memberikan sosialisasi dan pemahaman ke masyarakat. “Kami gencar sosialisasi manfaat vaksin MR agar Desember nantinya semua bisa tercover,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakannya, penyakit rubella atau yang dikenal cacar Jerman akan mengakibatkan cacat permanen pada anak, bahkan sampai mengakibatkan kematian. “Ini yang kita hindari lewat pemberian vaksin MR,” ungkapnya.

Penyebaran dari virus rubella, kata Erni melalui udara atau kontak langsung. Seperti batuk. Yang terpenting agar ibu hamil terhindar dari penyakit ini. “Jika terkena akan keguguran, walaupun bayinya lahir, anaknya mengalami kecacatan atau terkena penyakit berbahaya,” jelasnya.

Erni juga mengungkapkan, vaksim MR yang diberikan tidak punya efek samping apalagi menyebabkan autis, dan sebaiknya diberikan pada anak yang dalam kondisi fit, jangan dalam kondisi sakit atau punya riwayat jantung.

Namun semua itu berpulang kepada orang tua anak. “Silahkan memilih, menolak atau menerima anaknya di imunisasi, tidak ada paksaan,” pungkasnya. (idr)

Data Diri :

Nama : Erni Hattabe S.Kep, M.MKes
TTL : BUA, 11 Agustus 1966
Jabatan : Kepala PKM Bajo, Kab.Luwu
Jenjang Karir: – PKM Kertoraharjo, Mangkutana (1989)
– PKM Ponrang (1993)
– Kepala PKM Ponrang
– Kepala PKM Bajo (2017)

Click to comment

Most Popular

To Top