Pencaker Capai 2.627 Orang – Palopo Pos
Luwu

Pencaker Capai 2.627 Orang

BELOPA — Angka pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Luwu tahun 2018 ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Itu dibuktikan dari data pencaker yang ada di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Dari data rekapitulasi pencari kerja tahun 2018 mulai dari Januari hingga September mencapai total 2.627 orang. Dimana jumlah pencaker laki laki sebanyak 1.642 dan pencaker perempuan 985. Sementara tahun 2017 lalu pencaker laki-laki 865 dan pencaker perempuan 516 dengan total 1.381.

Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, Muh Ilyas, mengatakan jumlah pencari kerja tahun ini memang cukup tinggi dari tahun sebelumnya. “Banyak kendala yang dihadapi para pencaker sehingga sulit mendapatkan kerja,” ujarnya, Rabu 10 Oktober 2018, kemarin.

Dijelaskannya, kendala yang dihadapi pencaker di Luwu ini salah satunya karena masih kurangnya perusahaan berskala besar atau makro. Yang bisa membuka lapangan kerja yang lebih banyak sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.

Lanjutnya, selain itu yang menjadi kendala banyaknya data pencaker di Disnakertrans, karena para pencari kerja kadang tidak melaporkan dirinya jika sudah bekerja, papar Ilyas.

“Kami sudah himbau kepada tiap pencaker yang mendaftarkan diri saat mengambil kartu AK atau kartu kuning biasa orang bilang. Jika sudah diterima di salah satu perusahaan maka laporkan ke dinas agar datanya dihapus sebagai pencari kerja dan sudah dianggap bekerja,” terangnya.

Untuk mengurangi angka pengangguran, Disnakertrans Luwu melakukan beberapa langkah langkah. Seperti melakukan pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat yang dilaksanakan di balai latihan kerja (BLK).

“Ini merupakan pelatihan bagi para calon pencari kerja yang memang belum pernah mendaftar. Sehingga jika mereka sudah bisa maka akan mencari kerja dimana sesuai keahliannya,” urainya.

Ada juga cara lain yang dilakukan Disnaker dalam mengurangi pengangguran yaitu kegiatan padat karya. Serta ad juga program tenaga kerja mandiri, yakni dengan memberikan bantuan peralatan kepada kelompok masyarakat untuk membuka usaha baru.

“Yang pasti kami selalu ingin berusaha bagaimana para pencaker ini bisa segera mendapat pekerjaan,” tutup Ilyas.(udy/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top