Buat Jalan Pintas Menuju Palopo – Palopo Pos
Utama

Buat Jalan Pintas Menuju Palopo

* Pemprov Bangun Luwu Raya

PALOPO — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sangat ingin melihat Luwu Raya berkembang. Untuk memulainya itu, sektor infrastruktur yang pertama akan dibenahinya.

Akses jalan yang utama. Di APBD 2019, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini bahkan sudah mulai memasukkan sejumlah proyek pembangunan.
Salah satunya adalah memangkas jarak tempuh Makassar ke Kabupaten Luwu, dan Kota Palopo.

Jika selama ini, untuk ke Kota Palopo harus menempuh jarak 350 kilometer dengan lama tempuh hingga 7 jam.
Namun, di periode kepemimpinannya, ia akan memangkas jarak tempuh tersebut lebih pendek 31 kilometer. Sehingga bisa mempercepat sampai ke Tana Luwu.

Jalan pintas yang dimaksud Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah adalah dengan membangun rute Makassar-Palopo atau sebaliknya tanpa melalui Kabupaten Wajo.

Rencananya jalan kompas itu, jika dari Tanru Tedong kabupaten Sidrap, akan tembus di Larompong kabupaten Luwu.
Ia menyebutkan ini bertujuan untuk memperpendek jarak menjadi 31 km.

“Kita menyelesaikan akses jalan dan ada beberapa jalan coba kita kompas memperpendek jarak,” kata Gubernur NA, Kamis 18 Oktober 2018 di Makassar.
Rencananya proyek ini akan mulai dibidik pada tahun 2019 mendatang, dengan menggandeng Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XIII Makassar.

Sekedar diketahui, akses saat ini dengan rute Makassar-Palopo, yakni start perjalanan dari Makassar menuju arah utara ke Maros, Barru, Pangkep, Pare-pare, Sidrap, Wajo, Luwu, dan Palopo.

Selain program di atas, sejumlah program pembangunan jalan untuk membuka daerah terpenciljuga telah disiapkannya. Misalnya, rencana jalan Bua tembus Toraja Utara, rencana pembuatan jalan lingkar Sampoddo tembus Lemo-lemo (masih usulan dari Pemkot Palopo), jalan poros menuju Kecamatan Seko dan Rampi, Malangke, dan di Luwu Timur yang berbatasan langsung Nuha dengan Provinsi Sulteng (Morowali).

Bahkan menurut, Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Demokrat, Fadriaty AS dari dapil 11 Sulsel, kalau di tahun 2019 sudah mulai action.
“Hal yang pertama dulu perbaikan jalan provinsi di setiap kabupaten/kota di Luwu Raya,” ujarnya, Kamis 17 Oktober 2018, lalu.

Tambal Sulam

Dari data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Sulawesi, kalau kondisi jalan nasional pada posisi semester dua 2017 untuk kondisi mantap (baik) 1.588,72 km. Sementara untuk kondisi tidak mantap (sedang/rusak berat) 157,20 km.

Sejumlah ruas jalan yang rusak juga berada di Luwu Raya. Sebut saja ada di poros Bosso-Pongko (Luwu), sepanjang 10 km rusak berat. Di Luwu Utara ada di poros Masamba-Radda. Sepanjang 3 km banyak lubang dalam, di jalan Bakka-Marimari rusak sepanjang 15 km. Dan di Luwu Timur di banyak jalan yang menyempit dengan total panjang 30 km.

Kerusakan jalan tersebut, hingga kini masih terjadi dan upaya yang dilakukan bersama Bina Marga Provinsi Sulsel hanyalah dengan melakukan tambal sulam.

Dikatakan, Kabid Preservasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Sulawesi, Iskandar Arsyad, kalau ada tiga prioritas pembenahan jalan. Yakni, ruas Maros-Parepare, Parepare-Toraja, dan Sidrap-Palopo.

Seperti di daerah Luwu Utara, selain berlubang, dan tengah jalan ditambal-tambal juga badan jalan mengalami penyempitan. Badan jalan yang diaspal hanya sekitar 4-5 meter saja, sehingga ketika berpapasan mobil truk roda 8-10, harus ada yang mengalah untuk saling memberi jalan.(idr)

Sejumlah Jalan Rusak di Luwu Raya

– Poros Bosso-Pongko (Luwu) rusak sepanjang 10 km.
– Poros Masamba-Radda (Lutra), rusak dan banyak lubang sepanjang 3 km.
– Jalan dari Bakka-Marimari (Lutra) rusak dan berlubang sepanjang 15 km.
– Penyempitan jalan 30 km di Lutim.
*Sumber: Diolah dari Berita

Click to comment

Most Popular

To Top