Bantu 300 Rumah Warga Kurang Mampu – Palopo Pos
FEMALE

Bantu 300 Rumah Warga Kurang Mampu

Kezia Hana Kusumawati

Ketua Bhayangkari Luwu Utara

Kezia Hana Kusumawati salah satu perempuan hebat yang ada di Kabupaten Luwu Utara, menyandang predikat sebagai istri Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola, membuat dirinya tidak jumawa (sombong).

Hal ini terlihat di kehidupan sehari-harinya, bergaul dengan kepada siapa saja, baik lingkup bhayangkari maupun kepada masyarakat.

Hana sapaan akrab Ketua Bhayangkari Luwu Utara ini, sangat aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sebagai istri orang nomor satu di Polres Luwu Utara terus mendorong anggotanya di organisasi untuk selaku berbuat kebaikan. Sebagaimana dalam motto hidupnya jangan pernah lelah untuk berbuat baik, dan berbuat baik jangan menunggu kaya.

“Karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan mengikut kebaikan yang lain,” kata Hana kepada wartawan Palopo Pos, Junaidi Rasyid saat ditemui di rumah jabatan Kapolres Luwu utara, Jumat 19 Oktober 2018, kemarin.

Masih kata Hana, yang lahir di Sukoharjo 28 tahun silam, bahwa sebagai ketua bhayangkari terus mendorong anggotanya untuk berbuat bagi masyarakat. Dengan membantu panti asuhan, pesantren, selain itu kurang lebih 300 rumah orang kurang mampu yang sudah dibantu bhayangkari, serta ada 3 rumah yang sudah dibedah. “1 full dari bayangkari, dan 2 rumah kerjasama dengan warga,” sebutnya.

Dalam menjalankan kegiatannya tentunya menbutuhkan dana.
“Anggarannya bersumber dari setiap hari ada kotak sosial dan kemanusian 2.000 kotak, serta kotak bedah rumah setiap pertemuan rutin bayangkari tanpa paksaan,” tutur Hana.

Hana kemudian menceritakan masa masa perkenalannya dengan suami tercinta, AKBP Boy FS Samola.
Saat itu saya masih kuliah di UNIKA Soegiyopranoto Semarang, dan suami masih Taruna di Semarang. “Kenal awal saat ketemu ibadah di gereja, dari perjumpaan di gereja benih cinta mulai nampak, akhirnya berkenalan dan mulai sering berkomunikasi, dari awal saya melihat bapak orangnya baik, bijaksana, dan bertanggung jawab, serta cool,” kata Hana sambil tertawa mengigat masa masa itu.

Lanjut Hana, kemudian kami sepakat menikah. “Saat itu bapak menjabat sebagai Kasat Sabhara di Atambua NTT,” ujarnya.
Hana menjelaskan sebagai istri, ia harus pintar membagi waktu. “Cara membagi waktu, saya selalu berusaha mengatur waktu sebaik mungkin, dimana kegiatan kegaitan organisasi harus berjalan maksimal dan serta menghandle urusan anak anak, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak anak, dan sampai sekarang semua berjalan dengan baik dan lancar.

Ia juga menceritakan pengalaman menjadi istri polisi sukanya bisa keliling Indonesia, bisa mengetahui budaya tiap daerah, mengenali banyak karakter, dan dukanya jauh dari keluarga besar.

Menjadi istri polisi, pengalaman yang berkesan selama mendampingi suami ada di Luwu Utara. Bertemu dengan ibu-ibu bhayangkari yang luar biasa, masyarakat yang ramah, dan senang dengan makanan khas Luwu Utara, yakni Kapurung. Serta, bisa menikmati sungai yang indah di Luwu Utara. (jun/idr)

Data Diri :

Nama : Kezia Hana Kusumawati

TTL : Sukoharjo, 13 Desember 1980

Suami : AKBP Boy FS Samola S.Ik MH (Kapolres Lutra)

Anak : 1. Yehuda Axel Amadeus Samola

2. Raja Rael Samola

Hobi : Menyanyi

Makan Favorit : Sop kepiting, jagung

Minuman Favorit : Susu putih dan susu coklat

Organisasi : Ketua Bhayangkari Luwu Utara

Click to comment

Most Popular

To Top