Bekerja Disiplin, Ikhlas, dan Ciptakan Kedekatan Emosional – Palopo Pos
FEMALE

Bekerja Disiplin, Ikhlas, dan Ciptakan Kedekatan Emosional

Andi Farina SE M.Si
Plt Kabid PIAK Disdukcapil Palopo

Berkarir sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tantangan bagi Andi Farina SE M.Si. Harus siap ditempatkan dimana saja, mengikuti perintah pimpinan. Selama 29 tahun bekerja di pemerintahan, ia selalu menanamkan motto bekerja keras disertai perasaan ikhlas, dan kedekatan emosional dengan rekan kerja.

Awal mula berkarir menjadi ASN sejak tahun 1989 dengan penempatan staf Dinkes Kabupaten Luwu di Puskesmas Wara. Di sana ia cukup lama di dunia kesehatan, yakni 12 tahun. Lalu pada tahun 2001, ia dipindahkan ke Kepala Seksi Perekonomian di Kelurahan Dangerakko, hanya menjabat sekira 1 tahun lebih. Lalu dipindahkan sebagai pejabat keuangan di Dinas Lingkungan Hidup.

Disini ia cukup lama 6 tahun. Setelah itu bergeser ke Humas dan protokol Pemkot Palopo hingga tahun 2013. Selama 6 tahun lebih di humas, lalu dipindahkan ke dinas tenaga kerja sebagai Kepala Bidang Hubungan Industrial, dan terakhir saat ini sebagai Pelaksana Tugas Kabid Pengelolaan Informasi, Administrasi Kependudukan, dan Pemanfaatan Data (PIAK) Dukcapil Kota Palopo.

Saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Ibu tiga orang anak ini mengaku dari berbagai tempat yang pernah ditugaskan, yang paling berkesan saat di Humas dan Protokol Pemkot Palopo.

Sejumlah momen yang sangat berkesan saat di humas, kata Andi Farina, yakni ketika sejumlah masyarakat melakukan aksi demo di DPRD Kota Palopo yang meminta penutupan City Market, sementara diwaktu yang bersamaan sedang ada pembukaan Hypermart di City Market oleh Wali Kota HPA Tendriadjeng.

Sementara tenaga humas waktu itu masih sedikit. Dengan manajemen waktu dan personel, sehingga jadilah kedua momen tersebut dapat diliput. Selain itu, saat terjadinya banjir bandang yang melanda Kota Palopo beberapa tahun lalu.

Selama di humas, ia mengaku sangat dekat dengan berbagai awak media. Rasa persaudaraan yang kuat dengan media dan anggota humas dan protokol sangat kuat. “Kayak tak ada jarak antara pejabat dengan staf. Baik antara 01, 02, dan 03,” sebutnya.
Di humas pula, kata Andi Farina, ia jatuh bangun mempertahankan citra pemerintah saat itu di mata publik.

“Kalau dulu hanya segelintir media, kamera masih hitungan jari, masih pakai film,” ungkapnya.

Di humas pula, lanjutnya, berteman dengan awak media menjadi keharusan. Untuk itu, ia bahkan telah menyediakan media center yang menjadi tempat “nongkrong” awak media sampai malam.

“Kalau tidak ada liputan, teman-teman media itu nongkrong di media center saja,” katanya.

Dengan jabatan di disdukcapil saat ini, pelayanan kepada masyarakat menjadi utama. Terkadang yang menjadi kendala adalah jaringan yang tak bisa diintervensi. “Kalau selama jaringan bermasalah, maka pengurusan KK, KTP, dan Akta bisa terganggu. Tapi kalau jaringan bagus, hari itu juga sudah bisa selesai,” katanya.(idr)

Click to comment

Most Popular

To Top