6 Pria Bertato Kabur Naik Sepeda Motor – Palopo Pos
Kriminal

6 Pria Bertato Kabur Naik Sepeda Motor

* Sempat Saling Lempar di Depan Sekret PMII

PALOPO — Aksi saling lempar terjadi di depan sekret PMII Palopo, Jalan Andi Djemma, Selasa 6 November 2018, malam. Malam yang hening tiba-tiba gaduh. Terdengar teriakan. Batu terlihat berserakan di atas aspal. Aksi ini tidak berlangsung lama. 6 orang yang terlihat memiliki tato langsung kabur naik sepeda motor.

Apa yang terjadi? Dari sejumlah warga dan saksi yang ditemui di lokasi kejadian, menyebutkan bahwa aksi saling lempar bermula ketika sekompok orang tak dikenal (OTK) datang ke sekretariat PMII Cabang Palopo. Awalnya datang minta uang.

Tapi, karena permitaan mereka tak diladeni di kantor tersebut, mungkin mereka kesal. Terjadi pengrusakan. Tak hanya itu, mereka juga melepaskan batu ke arah kantor tersebut.

Kasus ini sudah ditangani Polres Palopo. Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf, SE, SIk, mengatakan, begitu mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung turun ke TKP.
Setiba di TKP, kedua bela pihak kemudian berhennti, sedang para OTK kabur meninggalkan tempat.
“Kasus ini sudah kami tangani.

Kami sementara sedang mencari para pelaku penyerangan itu,” jelasnya, kemarin.
Sekret PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) terletak di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Pelaku diduga kuat berjumlah enam orang yang melakukan pengerusakan.
Aldy Amri, salah seorang saksi di TKP, mengatakan, para
pelaku datang ke sekretariat dengan dalih meminta uang. Kebetulan di dalam kantor, ada mahasiswa sedang diskusi kecil-kecil.

Tetapi, permintaan mereka tak diindahkan.

”Mungkin karena permintaan mereka tidak dipenuhi sehingga mereka membalas dengan menyerang sekret para mahasiswa,” ujarnya. Aldi Amri, yang juga ketua komite IAIN PMII Cabang Palopo, melihat jelas para pelaku memiliki tato.

“Sebagian bertato. Mereka sempat marah-marah dan salah seorang rekan kami dipukul karena tidak memberikan uang,” kata Aldi Amri Rabu 7 November 2018.

Akibat dilempari batu bertubi-tubi, mengakibatkan sejumlah fasilitas yang ada di sekretariat rusak berat. Beberapa kaca jendela pecah.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, mahasiswa yang berada di dalam sekret memberikan perlawan terhadap para pelaku. Mereka saling pukul hingga para pelaku yang berjumlah enam orang itu kabur dengan menggunakan sepeda motor. (ded/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top