KPU Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga – Palopo Pos
Luwu Utara

KPU Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

MALANGKE BARAT — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga di Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat dan juga Desa Pattimang Kecamatan Malangke.

Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga ini merupakan upaya meningkatkan partisipasi yang berkesinambungan yang menyasar keluarga dalam rangka membentuk keluarga sadar Pemilu.

Hal ini diungkapkan Devisi Sosialisasi dan SDM KPU Luwu Utara, Rahmat kepada Palopo Pos, Rabu 7 November 2018.

Konsep tersebut diharapkan dapat mendekatkan pemilih dengan penyelenggara pemilu dan isu-isu kepemiluan sehingga partisipasi mereka pada keseluruhan tahapan pemilu meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Rahmat yang membidangi Devisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM menegaskan konsep sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga merupakan upaya institusinya untuk menjadikan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih lebih merakyat dan membumi.

“Selama ini sosialisasi dan pendidikan pemilih yang kita lakukan terkesan elitis dan eksklusif karena dilakukan secara segmented. Kita juga lebih cenderung berorientasi pada publikasi kegiatan di media, sementara basis-basis pemilih yang menjadi target sosialisasi dan pendidikan pemilih kurang tergarap secara optimal,” jelasnya.

Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan menjadi ‘produk’ unggulan penyelenggara pemilu dalam menyasar pemilih. Keluarga sebagai basis sosialisasi dan pendidikan pemilih sudah terakomodir dalam Peraturan KPU Nomor 08 Tahun 2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan.

KPU berkeyakinan pendekatan basis keluarga merupakan yang paling efektif karena semua kategori pemilihakan kembali dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

Pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan ditempuh melalui dua metode yaitu dari pintu ke pintu atau mendatangi langsung pemilih di rumahnya dan melalui Forum Warga yang ada di tingkat rukun tetangga, rukun warga, desa/kelurahan dan kecamatan.

“Kami tidak akan mendesain forum, tetapi memanfaatkan forum yang secara alamiah ada di tengah-tengah masyarakat seperti forum keagamaan, forum adat, forum pertemuan RT/RT, forum pemerintahan, forum kelompok tani dan nelayan, forum kepemudaan dan forum perempuan,” tandas Rahmat. (jun/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top