SMK Pelayaran SNU Terakreditasi A – Palopo Pos
Metro

SMK Pelayaran SNU Terakreditasi A

*Satu-satu di Indonesia Laksanakan Ujian Kepelautan di Tempat Sendiri

TOMPOTIKKA — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDM-Hubla) Kemenhub RI secara khusus memberi apresiasi kepada Ketua Yayasan SMK Pelayaran Samudera Nusantara Utama (SNU) Palopo, Rustam Lalong.

Itu karena, Rustam berhasil membina SMK Pelayaran SNU menjadi satu-satunya lembaga Diklat setingkat SMK di Indonesia yang boleh melaksanakan ujian di tempat sendiri. ”Ini adalah capaian yang sangat luar biasa,” jelas Kepala Bidang Pendidikan PPSDM Hubla Kemenhub RI, Kapten Barto Ari Raharjo dalam sambutannya pada Wisuda/Pelantikan Perwira Pelayaran Niaga SMK Pelayaran SNU di Lapangan Pancasila Palopo, Rabu, 7 November 2018 kemarin.

Ada 35 taruna dilantik menjadi Perwira Pelayaran Niaga, terdiri 19 Ahli Nautika Kapal Niaga Tingkat IV dan 16 Ahli Teknika Kapal Niaga Tingkat IV. Saat ini, terdapat 100 taruna SMK SNU sedang melaksanakan prala dan akan dilantik pada angkatan ke-6 berikutnya.

Kapten Barto juga memberi apresiasi kepada Walikota Palopo yang memiliki dedikasi tinggi dan perhatian khusus terhadap SDM kepelautan. Itu karena Palopo menjadi pelopor pendidikan gratis Diklat Kepelautan di Indonesia.

Sementara Wakil Walikota RMB dalam sambutannya, melaporkan kepada PPSDM-Hubla bahwa Pemkot Palopo membuat suatu program “siapa mau bekerja apa”. Salah satu implementasi dari program itu, siapa yang mau jadi pelaut.

Pada angkatan pertama (2013-2018), Pemkot telah membiayai Diklat Kepelautan kepada 500 pemuda pada salah satu lembaga Diklat di Makassar.

Pada angkatan kedua (2018-2023), Pemkot akan mendidik lagi 500 pemuda menjadi pelaut. Seluruh biaya Diklat ditanggung Pemkot melalui APBD.

RMB juga mengungkapkan, bahwa di Kota Palopo dan daerah sekitar, antusiasme generasi muda menjadi pelaut sangat tinggi. Karena itu, perlu dipikirkan bagaimana di Kota Palopo didirikan Politeknik atau Akademi Maritim.

Sehingga warga Palopo dan sekitarnya tidak perlu lagi jauh-jauh ke daerah lain untuk sekolah pelaut.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Rustam Lalong melaporkan, SMK Pelayaran SNU mempunyai dua jurusan yakni Jurusan Nautika Kapal Niaga dan Jurusan Teknika Kapal Niaga. Kedua jurusan tersebut memiliki peminat yang cukup banyak.

Sejak berdirinya tahun 2000 lalu, sekolah ini sudah empat kali melaksanakan pelantikan perwira tingkat IV, dan wisuda kali ini adalah yang ke-5 kalinya. Pelantikan pertama tahun 2014 dengan jumlah peserta 14 orang.

Kedua tahun 2016 jumlah peserta 34. Pelantikan ketiga Februari 2017 dengan jumlah peserta 50 orang.

Sedang pelantikan ke-4 diikuti 94 peserta terdiri 54 jurusan nautika dan 40 orang jurusan teknika. Tahun 2018 angkatan ke-5 diikuti 35 peserta yang terdiri 19 jurusan nautika dan 16 jurusan teknika.

”Saat ini ada 100 taruna yang sedang Prala dan insya Allah dilantik pada pada angkatan ke-6 berikutnya,” kata Rustam.

Jumlah taruna SMK SNU saat ini sebanyak 500 orang lebih. Dari segi legalitas, SMK SNU telah mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) SMK, serta telah mendapat sertifikat ISO 9001:2018 dari PT Sucofindo.

Dan yang terakhir, mendapat approval dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor: PK.303/8/5/DK-18 dan No: PK.303/8/6/DK-18.

”Sebagai informasi, bahwa lembaga kami merupakan satu-satunya lembaga Diklat setingkat SMK yang ada di Indonesia yang melaksanakan ujian kepelautan di tempat sendiri,” terang Rustam disambut aplus hadirin. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top