Terdesak, Tikam 2 Korban – Palopo Pos
Kriminal

Terdesak, Tikam 2 Korban

* Pengakuan Napi Asal Palu yang Divonis Seumur Hidup

PALOPO — Tak banyak yang tahu kasus yang menjerat Abidin, 34 tahun, warga Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Ia terpaksa membunuh dua orang dengan jalan menikam karena terpaksa.

Bapak satu anak ini membunuh dua orang dan ditahan di Lapas Palu. Namun, karena gempa bumi di Palu, Abidin memilih kabur meninggalkan Palu, lalu menyerahkan diri ke Lapas Palopo untuk menjalani hukumannya.

Abidin mengisahkan, sebelum terjadi pembunuhan dirinya datang menagih utang kepada korban. Entah bagaimana tiba-tiba dirinya dikeroyok empat orang. “Saya tidak tahu masalahnya Pak. Tadinya saya hanya menagih uang yang mereka pinjam.

Tiba-tiba saya dikeroyok di warung. Karena terdesak, saya menusuk dua orang dengan badik selanjutnya saya ditangkap polisi di Palu,” kenangnya, saat ditemui Palopo Pos di Lapas Palopo, Rabu 7 November 2018, lalu.

Ditanya siapa nama korban yang dibunuh, Abidin yang dituntut 20 tahun penjara dan divonis seumur hidup mengaku sudah lupa nama korbannya. “Saya membunuhnya dengan cara menikamnya Pak. Itupun saya lakukan karena terpaksa lantaran jiwa saya juga terancam,” akunya.

Sebelumnya, dua orang narapidana (Napi) Lapas Palu, yang juga menjadi korban gempa di Palu menyerahkan diri ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Palopo. Demikian Kepala Lapas Palopo, Indra Sopyan, membenarkan.

Kedua napi adalah Abidin dan Sinerdin (36) warga Desa Tanjong, juga Kecamatan Noling. Indra Sopyan mengatakan Abidin merupakan terpidana kasus pembunuhan yang divonis seumur hidup penjara, sedangkan Sinerdin napi kasus narkoba yang divonis 5 tahun 7 bulan penjara.

Sebelum gempa menghantam palu Abidin sudah menjalani hukumannya 2 tahun sedangkan Sinerdin kurang lebih 4 tahun. (him/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top