Satu-satunya Perempuan Calon Rektor IAIN Palopo – Palopo Pos
FEMALE

Satu-satunya Perempuan Calon Rektor IAIN Palopo

Dr Hj Andi Ria Warda Mappile, M.Ag

Fakultas Ushuluddin IAIN Makassar Cabang Palopo yang bertransformasi menjadi STAIN di tahun 1999, yang kini dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo pernah dipimpin seorang perempuan kurun waktu 1973 hingga 1987.

Adalah Hj  Andi St Ziarah Makkajareng, dalam buku Kartini Tana Luwu yang menceritakan tentang perjalanan hidupnya. Oleh berbagai kalangan, dirinya disebut sebagai salah satu tokoh pejuang pendidikan, perintis perguruan tinggi Islam dan sekolah Islam.

Tokoh kharismatik, cendekiawan dan intelektual Islam. Bahkan merupakan sarjana wanita pertama Tana Luwu yang betul-betul peduli akan pendidikan perempuan, utamanya keislaman.

Berjalannya waktu, IAIN Palopo tidak pernah lagi dipimpin oleh tokoh wanita. Kini, setelah 31 tahun lamanya, melanjutkan cita-cita Alm Hj  Andi St Ziarah, sang ponakan memberanikan diri, sebagai satu-satunya calon rektor wanita IAIN Palopo periode 2019-2023, Dr Hj Andi Ria Warda Mappile, M.Ag.

Ditemui Palopo Pos, Jumat 23 November 2018 karena memenuhi syarat dan melanjutkan perjuangan pembangunan pendidikan di Tana Luwu, Dr Hj Andi Ria Warda Mappile, M.Ag siap maju sebagai calon rektor IAIN Palopo Periode 2019-2023.

Dikatakannya, selain melanjutkan perjuangan Alm Hj  Andi St Ziarah Makkajareng sebagai tokoh pendidikan yang begitu dikaguminya. Dirinya juga maju sebagai calon rektor untuk mengembangkan kampus IAIN Palopo lebih baik lagi ke depannya. Ada banyak hal yang akan dilakukan, pihaknya memiliki konsep untuk hal tersebut.

Disampaikan Ria Warda, anak dari Makkulasse Andi Welonai Opu Dg Mappile salah seorang pendiri PPP tahun 1973 lalu, yang pertama sebagai kampus Islami, selama belajar di IAIN mestinya para alumni merupakan Qori dan Hafidz.

“Ketika berbicara alumni IAIN mereka mestinya jago baca Qur’an dan merupakan Hafidz, ini secara keseluruhan, jadi memang memiliki ciri khas,” sebutnya.

Selain itu, kata dia, mengikuti perkembangan zaman, yakni revolusi industri 4.0, dimana segala sesuatunya berhubungan dengan Teknologi Informasi. Dirinya memastikan, menuju “world class university” dengan program yang ada disegala lini seluruhnya berbasis teknologi informasi.

“Mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, pelayanan, fasilitas, sarana dan prasarana itu semua dikembangkan dengan berbasis teknologi,” ungkapnya.
Nantinya terang Ria Warda, seluruh mahasiswa, dosen dan lainnya untuk akses informasi akan sangat mudah didapatkan dengan sarana yang ada. Di beberapa kampus bahkan IAIN untuk mengakses informasi bagi mahasiswa melalui internet itu masih terbatas, kadang sulit untuk koneksi.

Jika hal ini teratasi, para mahasiswa melek IT, akses internet kampus untuk mahasiswa dan dosen juga sangat baik diberbagai sudut kampus. Maka proses perkuliahan akan lebih baik, mahasiswa dijubeli dengan ilmu pengetahuan yang melimpah. Bahkan jika dosennya kebetulan ada di luar negeri.

Amerika misalnya, proses perkuliahan tetap berjalan, mahasiswa tinggal buka aplikasi di Laptop yang tersambung LCD, kemudian mengikuti perkuliahan dari dosennya di Luar Negeri.

“Ini jika sarana IT-nya bagus, akses internet untuk mahasiswa di berbagai sudut kampus sangat mendukung, nah ini yang akan kita lakukan,” ujar Ria Warda, Muslimat Fatayat NU ini.

Diungkapkan Ria Warda, jika diamanahkan sebagai Rektor IAIN, dirinya juga akan lebih memacu para dosen untuk bidang penelitian. Nantinya akan ada program yang dibuat, anggarannya ada, para dosen ini disupport dengan anggaran yang besar sehingga mampu menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk umat yang pada gilirannya akan bermanfaat pada peningkatan akreditasi.

“Kita ingin support para dosen ini dengan anggaran yang besar pada penelitian dan program lainnya yang korelasinya peningkatan akreditasi termasuk kesejahteraan mereka. Pokoknya kita maunya IAIN ini berakreditasi A begitupun prodi-prodi yang ada,” sebut mantan aktivis PMII ini.

Ditanya tentang peluangnya sebagai Rektor IAIN Palopo tahun 2019 mendatang, dirinya menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.” Yang penting kita telah berusaha, setelah itu kita serahkan pada yang Kuasa, ” ujarnya. (ich/idr)

 

 

Click to comment

Most Popular

To Top