Antisipasi Titik Rawan Pemilu ‘5 Kotak’ – Palopo Pos
Politik

Antisipasi Titik Rawan Pemilu ‘5 Kotak’

* KPU: Surat Suara Akan Diberi Warna

PALOPO — Pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 tidak lama lagi. Tinggal kurang lebih 4 bulan lagi.

Berbagai tahapan menuju puncak pesta demokrasi sudah terlewati. Dibanding
pengalaman di pilkada yang telah berlalu, Dahri Suli, salah seorang caleg PKB Palopo bisa memprediksi potensi kerawanan yang akan timbul pada pemilu ‘5 Kotak’ tersebut.
”Untuk itu, KPU dan Bawaslu harus bekerja keras dari sekarang. Tidak bisa tidak.

Karena pasti akan banyak permasalahan muncul ketika pemungutan suara di TPS,” ujar Dahri Suli, dalam perbincangan santainya dengan wartawan Palopo Pos, Selasa 4 Desember 2018, lalu, di ruang komisi II DPRD.

Hal lain yang mesti jadi fokus perhatian pihak penyelenggara adalah memperkuat tenaga KPPS di TPS. ”Mereka ini nanti ujung tombak kelancaran saat dilakukan pemungutan suara. Jadi, mereka perlu dibekali dari sekarang,” tambahnya.

Pada pemilu 5 kotak, masyarakat yang datang ke TPS akan mendapatkan lima kertas suara dari petugas TPS. Ada kertas suara calon presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Lima kertas surat suara akan dibawa masuk ke bilik untuk dicoblos.

Sudah itu, mereka masukan lagi ke kotak yang sudah disiapkan penyelenggara. Kerawanan juga bisa muncul di sini. ”Bagaimana kalau ada kertas suara salah masuk. Misalnya, surat presiden masuk di kotak untuk surat suara DPR RI. Ini semua perlu diantisipasi,” ucapnya.

Kerumitan lain yang bisa muncul dalam teknis pemilihan. Persoalan undangan memilih (C6), suara tidak sah semakin tinggi dan penghitungan suara akan semakin rumit karena pemilihan dilaksanakan terhadap 5 kotak yang tersedia di TPS.

”Jadi beban petugas yang berada di lapangan akan berat. Jika tidak disiapkan secara tepat maka bisa berdampak pada suara pemilih yang mungkin dicurangi,” terangnya.

Kerawanan lainnya bisa terjadi terkait rekapitulasi hasil Pemilu. Dengan adanya Pemilu serentak, perhatian pun lebih akan tertuju pada suara tertentu. Misalnya di Palopo ini. Orang pasti lebih tertuju di DPRD. Hal ini berpotensi rawan kepada suara hasil Pemilu legislatif yang bakal banyak terabaikan.

Untuk itu, ia mendorong penyelenggara pemilu memberikan pendidikan kepada pemilih tentang peta kerawanan dalam pemilu 2019 sebagai peta jalan bersama publik mensukseskan Pemilu 2019.

Kepada Bawaslu, ia mengimbau untuk profesional dan terbuka dalam menjalankan kewenangan, terutama terkait sengketa dan penanganan pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo, Abbas Djohan, SH, SH.I, MH, mengatakan, surat suara pemilu 5 kotak akan diberi warna untuk memudahkan petugas di tempat pemungutan suara.

“Surat suara memang pakai warna, dari dulu. Hanya untuk memudahkan saja, apalagi jumlah kertas suara itu ada lima,” katanya, siang kemarin.

Namun, KPU belum mengesahkan penggunaan warna itu, karena belum disahkannya Peraturan KPU yang mengatur pungut hitung dalam pemilu 5 kotak.

“Belum warna dari kertas suara yang paten. Kita masih tunggu disahkannya melalui PKPU-nya. PKPU soal pungut hitung itu belum disahkan,” ujarnya.

Abbas menambahkan, tidak seluruh bagian surat suara yang diwarnai, hanya di sisi tempat tanda tangan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Surat suara itu diwarnai, tidak di surat suara secara keseluruhan, tapi nanti di salah satu sisinya. Di mana tempat tanda tangan KPPS,” ungkapnya.

Warna surat suara pemilihan capres-cawapres, Pileg, hingga pemilihan anggota DPD akan dibuat berbeda. “Ditandai misalnya DPRD biru muda. Lalu warna kuning buat lainnya, merah untuk lainnya , biru tua, dan lain-lainnya,” paparnya.

Hal itu ditandai agar petugas saat memasukkan surat suara ke dalam kotak bisa dibagi-bagi. Misal untuk DPR RI karena warnanya itu, maka dimasukkan ke kotak DPR RI, jadi hanya untuk memudahkan saja,” terangnya. (rul/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top