Lusa, S2UCP Gelar Malam Pesona Budaya ke-8 – Palopo Pos
Pendidikan

Lusa, S2UCP Gelar Malam Pesona Budaya ke-8

* Tampilkan Pertunjukan Tari Pajaga di Gedung Kesenian

PALOPO— Setelah sukses menggelar pertunjukan “Malam Pesona Budaya Jilid 7” dengan mengangkat Drama tari I lagaligo “Asal Mula Tau” pada tahun 2017 lalu. Kali ini di tahun 2018 Sanggar Seni Universitas Cokroaminoto Palopo (S2UCP) menggelar “Malam Pesona Budaya Jilid 8”.

Kegiatan ini akan menampilkan pertunjukan tari dengan mengangkat tema Tari Pajaga di Gedung Kesenian Palopo, Sabtu, 8 Desember 2018 lusa.

Menurut Vemi, Panitia Pelaksana dalam rilisnya yang diterima Redaksi Palopo Pos, Rabu, 5 Desember 2018 kemarin, sebelum munculnya kata “Pajaga” pada masa sebelum masuknya Islam di Tana Luwu, telah dilakukan tari-tarian di Kerajaan Luwu yang bersifat hiburan dan ritual sebagai bentuk pengabdian dan pemujaan kepada dewa-dewa. Tari-tarian tersebut selalu diiringi dengan nyanyi-nyanyian.

Berangkat dari kebiasaan tersebut hingga diciptakanlah tarian yang disebut Pajaga. Tarian Pajaga ini sendiri selalu ditarikan dalam Istana Kerajaan Luwu di hadapan Datu Luwu. Hal tersebut masih berlangsung hingga kini dan menjadi tarian untuk menyambut tamu-tamu di Istana Kedatuan Luwu.

Berangkat dari sejarah tersebut dengan maksud untuk tetap menjaga dan melestarikan tarian Pajaga ini dan tanpa mengenyampingkan segala bentuk tradisi yang ada. ”Maka kami mencoba membawa hal tersebut keatas panggung pertunjukan,” jelas Vemi.

Ini bukan semata-mata sebagai hiburan. Namun untuk mengajak kepada masyarakat Luwu, pengamat hingga pelaku seni untuk bersama-sama melestarikan salah satu warisan budaya ini. Pihak penyelenggara menyadari bahwa pertunjukan yang akan ditampilkan nantinya tidak akan mampu memperlihatkan keutuhan dari Tari pajaga itu sendiri. Hal ini disebabkan karena sebagian besar tarian Pajaga yang ada sudah tidak dapat ditemukan lagi dari para pelaku tari, dalam bentuk dokumentasi ataupun dalam bentuk tulisan yang mungkin masih belum dapat kami temukan atau tersembunyi .

”Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap melanjutakan apa yang telah kami mulai,” terangnya. Pada pertunjukan ini dengan judul alsi “Mengenal Pajaga, Mengenal Kepribadian Orang Luwu”, S2UCP melibatkan setidaknya 30 orang yang akan turut bermain yang merupakan gabungan dari mahasiswa atau pengurus S2UCP. Serta alumni yang tergabung dalam Korps Alumni Sanggar Seni Unit Creative Production “KAMI S2UCP”.

”Tentunya bukan hal yang mudah bagi kami untuk memulai proses pembuatan karya ini tanpa bantuan dan dukungan dari pihak Kedatuan Luwu beserta seluruh perangkat adat, Kampus Universitas Cokroaminoto Palopo, Pemerintah Kota Palopo serta sponsor dan pendukung acara dan tentunya kepada seluruh pengamat dan pelaku seni tari Pajaga yang dengan ikhlas menjadi bagian dari proses kami,” tandas Vemi.

Juga dikatakan, pimpinan produksi pertunjukan yakni Khalifatur Rasydin, pimpinan artistik Muhammad Anugrah , koreografer Syahrir, penata musik Saadillah Syamsu. Sedang narasumber dari Kedatuan Luwu beserta perangkat adat, budayawan serta pengamat dan pelaku seni tari Pajaga Luwu. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top