Pura-pura Mati Agar Bisa Lolos – Palopo Pos
Utama

Pura-pura Mati Agar Bisa Lolos

Jhonny arung
Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

* Tiga Warga Toraja Selamat

PALOPO — Warga asal Toraja yang selamat dari pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bertambah. Selain Martinus Sampe dan Jefrianto, juga Koordinator Lapangan, Jhonny Arung, yang sempat diberitakan sebelumnya turut menjadi korban.

Namun, belakangan diketahui ia ditemukan selamat meskipun mengalami luka-luka dan dalam kondisi lemah usai melarikan diri dalam hutan.
Kini, ia masih di pos 7 (Mbuah) dan rencananya hari ini, Kamis baru akan dievakuasi ke Wamena.

Kepastian berita selamatnya Jhonny Arung di dapat dari isterinya, Megy. Melalui status WA-nya, Megy mengungkapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas doa teman-teman, sodara, orang tua, dan kerabat, suami saya Jhonny Arung sudah ditemukan selamat.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menceritakan dari keterangan Jhonny Arung, kalau penyerangan ini bermula pada 1 Desember 2018. Dikatakan bahwa seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKB.

Peringatan tersebut juga dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat. Lalu sekitar pukul 15:00 WIT, kelompok KKB mendatangi Kamp PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar.

Mereka digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standard militer.

Keesokan harinya, Minggu, 2 Desember 2018 pukul 07:00 WIT, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian, para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan sura hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. “Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” tutur Aidi membeberkan kronoligis kejadian seperti keterangan Jhonny Arung.

Setelah itu KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri.

Namun malangnya, mereka terlihat oleh KKB sehingga dikejar. Sebanyak 5 orang tertangkap dan digorok oleh KKB hingga tewas, 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah. “Dua orang diantaranya belum ditemukan sedangkan empat orang diantaranya saksi JA selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” sebutnya.

Kemudian pada 3 Desember sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan malah diserang oleh KKB standar militer campuran, panah, dan tombak. Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran.

Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela lalu tertembak dan meninggal dunia.

Anggota pos membalas tembakan dan terjadi kontak tembak dari pukul 05.00 WIT hingga 21.00 WIT. Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan.

Saat itulah salah seorang anggota, Pratu Sugeng tertembak di lengan. Hingga akhirnya pada Selasa, 4 Desember 2018 pukul 07.00 WIT, Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

“Menurut Keterangan saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” pungkas Aidi.
Sebelumnya, empat orang berhasil lolos dari serangan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Mereka melarikan diri dan ditemukan petugas gabungan TNI-Polri di Distrik Mbuma yang tak jauh dari Distrik Yigi.

“Di distrik Mbuma tim gabungan TNI-Polri telah bertemu empat orang pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Mustafa Kamal melalui pesan singkatnya, Selasa (4/12), lalu.

Dari empat, mereka diantaranya, dua karyawan PT Istaka Karya, Martinus Sampe dan Jefrianto, keduanya diketahui juga berasal dari Toraja. Lalu, karyawan dari PT Telkomsel bernama Irawan dan petugas Puskesmas Nduga bernama John.

Kamal mengatakan, Martinus mengalami luka tembak di kaki sebelah kiri. Sedangkan Jefrianto mendapat luka tembak pelipis kiri.

Saat ini, keempat masyarakat yang berhasil meloloskan diri tersebut sedang dievakuasi ke Wamena dan tim medis sudah menjemput di sekitar Habema.
“Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni melakukan evakuasi korban selamat Ke Wamena, melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata,” pungkas Kamal.

Informasi tentang kondisi Martinus Sampe dan Jefrianto, juga disampaikan kerabat Martinus dari Lembang Kantun Poya, Kecamatan Kapala Pitu, Toraja Utara. “Ya, tadi sudah ditelpon dari Wamena, menginformasikan bahwak Tinu’ (Martinus) selamat dan saat ini ada di Wamena,” ungkap Dominggu, salah satu kerabat Martinus Sampe.

Dominggu mengatakan, ada empat warga Lembang Kantun Poya yang bekerja pada dua proyek jembatan tersebut. Mereka, masing-masing Jony Arung, Anugrah, Martinus Sampe, dan Agustinus.

“Dari empat orang itu, baru satu yang ada kabarnya yakni Martinus Sampe. Tiga orang lainnya masih belum ada kabar,” kata Dominggus.

Prev1 of 4
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Most Popular

To Top