‘Pasang Badan’ Perjuangkan Anggaran ke Dapil – Palopo Pos
FEMALE

‘Pasang Badan’ Perjuangkan Anggaran ke Dapil

Fadriaty AS ST MM

Sosok female edisi hari ini mengangkat seorang perempuan hebat asal Tana Luwu yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Partai Demokrat. Adalah Fadriaty AS ST MM, atau yang akrab dikenal dengan nama Enceng.

Kiprahnya terjun ke politik semata-mata hanya untuk memperjuangkan sebanyak-banyaknya anggaran masuk di dapil 11 Luwu Raya. Kalau perlu harus ‘pasang badan’ bersaing dengan legislator lainnya dari dapil lain.

Ditemui Palopo Pos, Kamis 3 Januari 2019, lalu di Kedai Teras Agatis, Balandai, Fadriaty bercerita banyak soal program kerjanya yang masih belum tuntas di periode pertama ia duduk di DPRD Provinsi Sulsel.

“Ada dua program utama yang akan saya tuntaskan jika masyarakat di Luwu Raya masih memberikan amanah kepada saya di Pileg 2019 ini. Yakni, persoalan pendidikan dan pertanian,” ujar Ketua Demokrat Kota Palopo ini.

Sebagaimana diketahui Fadriaty kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Provinsi Sulsel lewat Partai Demokrat Nomor 1 dapil Luwu Raya.

Lanjutnya, kenapa hanya dua program ini? Karena harus juga disesuaikan dengan tupoksi dan mitra kerja di DPRD. Pasalnya, saat ini, ia duduk di Komisi E DPRD Sulsel, yang bermitra dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel serta Dinas Kesehatan.

Meskipun tak bersentuhan langsung dengan bidang pertanian.Namun, Enceng konsen juga memperjuangkan anggaran pertanian ke Luwu Raya di Badan Anggaran DPRD Provinsi Sulsel.

Selain itu, pekerjaan masyarakat di dapil 11 Luwu Raya didominasi pertanian, dengan jumlah lahan pertanian terluas di Sulsel. Sedangkan pendidikan sangat perlu di kembangkan (update) karena ini menyangkut pembinaan masa depan.

“Bukan hanya dua itu, tapi banyak, yang harus menyesuaikan dengan program Pak Gubernur Nurdin Abdullah ke Luwu Raya,” kata Enceng yang juga Wakil Ketua Bapilu DPD Demokrat Sulsel.

Suka Berorganisasi

Meskipun hanya perempuan, tetapi siapa sangka, Enceng mengaku punya segudang pengalaman dalam berorganisasi. Kecintaannya untuk beroraganisasi muncul sejak saat masih duduk di bangku SMA di Makassar. Saat itu ia bersekolah di SMA Negeri 11 Makassar. Selain sibuk belajar, ia juga mulai aktif di IPMIL di Makassar.

Kecintaannya akan organisasi terus berlanjut hingga ke bangku kuliah. Ia lalu melanjutkan kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) jurusan teknik industri.

Sejumlah organisasi kampus juga ia masuki. Diantaranya Himpunan Mahasiswa Teknik dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tak hanya aktif di dalam dan luar kampus, tapi Enceng kala itu juga, aktif di organisasi sayap partai politik Golkar, yakni di AMPI.

“Saat itulah, saya pun bergabung dengan AMPI. Kala itu, Ketua AMPI dijabat Pak Nurdin Halid dan Sekretarisnya Ilham Arief Sirajuddin, mantan Wali Kota Makassar. Aktif di AMPI, ia pun banyak dilibatkan disetiap kegiatan. “Mungkin karena ketua melihat saya ada potensial,” ujarnya.
Setelah lulus kuliah, ia pun mengaku ditawari menjadi caleg Golkar untuk Kabupaten Luwu tahun 2004, lalu, dapil 1, Larompong, Suli, dan Larompong Selatan. “Saya dapat suara terbanyak loh pileg saat itu. Hanya karena sistemnya pakai nomor urut, maka saya tidak duduk di DPRD Luwu. Waktu itu, Golkar hanya dijatah 2 kursi di dapil 1. Lalu saya di urutan ke tiga,” bebernya.

Gagal duduk di DPRD Luwu, ia lalu merapat ke Basmin Mattayang saat maju sebagai Bupati Luwu berpasangan dengan Bahrum Daido.
“Saat dipercaya sebagai Sekretaris DPD 2 Golkar Luwu kala itu, Pak Basmin ketuanya. jadi bukan hal baru kalau soal politik,” katanya.
Ia lalu kembali maju di Pileg DPRD Luwu dan kembali gagal. Saat itulah ia, lalu kembali ke Makassar. Aktif kembali di AMPI Sulsel.
Selalu mendampingi Ketua AMPI saat itu Ilham Arief Sirajuddin, sampai menjabat sebagai Ketua Demokrat Provinsi Sulsel.

“Kenapa saya pilih ke provinsi? Karena saya merasa tidak cocok lagi di kabupaten. Padahal suara saya yang terbanyak. Lalu Pak Ilham yang waktu itu sebagai Ketua Demokrat Sulsel meminta saya maju di provinsi saja,” jelasnya.

Di Pileg 2014, lalu, Fadriaty meraih suara terbanyak kedua setelah almarhum Hamka Hidayat. Ia lalu menggantikan almarhum yang di DPRD Provinsi Sulsel hingga saat ini sampai akhir masa jabatan di September 2019, mendatang.(idr)

Data Diri

Nama : Fadriaty AS, ST MM
TTL : Palopo, 25 Maret 1973
Ayah : Asmaun
Ibu : Ratna
Jenjang Pendidikan : – SD Kebon Bawang, Jakarta Utara
– SMP Negeri Suli
– SMA Negeri 11 Makassar
– S1 dan S2 UMI Tehnik Industri

Pengalaman Organisasi : – IPMIL
– HMI Makassar
– AMPI Makassar

Jabatan : – Ketua Demokrat Kota Palopo
– Wakil Ketua Bapilu DPD Partai Demokrat Sulsel
– Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Prov. Sulsel

Click to comment

Most Popular

To Top