Luwu

Bahas Ulang Anggaran

2018, Kantor Dinkes Sudah Habiskan Rp2,7 M Lebih

BELOPA — Kantor Dinkes Luwu sudah habiskan Rp2,7 miliar lebih. Di tahun anggaran 2018. Tapi belum rampung. Karena belum rampung, maka dinkes bahas ulang anggaran agar targetnya bisa rampung tahun ini.

Ini masuk pembangunan tahap kedua kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu. Selain itu, akan dibangun pula kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu. Dimana pihak Dinkes akan mengupayakan kedua kantor tersebut sudah bisa beroperasi akhir tahun ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Abdul Azis, mengungkapkan jika tahun 2019 ini akan dilanjutkan pembangunan kantor Dinkes Luwu yang baru. Dimana tahun 2018 lalu pengerjaannya memang belum tuntas secara keseluruhan.

“Sesuai juknis di kontrak kerja yang dilakukan pihak rekanan, untuk pengerjaan kantor Dinkes tahun lalu memang belum tuntas secara fisik. Apalagi, memang dilihat dari jumlah anggarannya yang minim,” terangnya, Kamis 10 Januari 2019.

Lanjut dikatakannya, mengenai total anggaran yang digunakan untuk tahun ini belum diketahui berapa nilai totalnya. ”Yang jelas pihak Dinkes akan melakukan rapat nantinya mengenai anggaran tersebut,” jelasnya.

Menurut Abdul Azis, akan dibangunnya juga kantor PMI Luwu sangat diharapkan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kantor PMI sejak Kabupaten Luwu terbentuk.

“Setelah nanti kantor PMI Luwu beroperasi tentu masyarakat sudah bisa melakukan donor darah. Juga sudah bisa melakukan pemeriksaan golongan darah. Sehingga masyarakat yang belum tau, bisa mengetahui apa golongan darah mereka,” ujarnya.

Abdul Azis menambahkan bahwa pihaknya mengharapkan akhir tahun ini kantor Dinkes Luwu dan juga kantor PMI Luwu bisa tuntas pengerjaannya. Sehingga bisa diresmikan dan digunakan untuk melayani masyarakat.

Perlu diketahui, pembangunan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu sudah dilaksanakan tahun anggaran 2018 lalu. Dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2018 sebesar Rp2.756.427.000.(udy/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top