Politik

Banyak Logistik Pemilu Rusak

KPU Luwu Lapor ke Pusat

BELOPA — Logistik pemilu menjadi sarana paling penting untuk pelaksanaan pemungutan suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu sejak Desember lalu sudah menerima beberapa logistik dari KPU RI dan Provinsi Sulawesi Selatan, yang langsung dilakukan proses sortir. Dari hasil sortir tersebut, ada beberapa yang ditemukan rusak dan langsung dilaporkan untuk mendapatkan penggantian.

Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Luwu, Budi Haryono, mengatakan, logistik Pemilu yang diterima harus dipastikan dalam keadaan tidak rusak. Untuk itu, staf sekretariat KPU Luwu saat ini masih terus melakukan proses sortir logistik Pemilu.

“Prinsip penyediaan logistik Pemilu harus tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran, dan tepat kualitas, sehingga harus dilakukan proses sortir yang sudah kita laksanakan sejak Desember lalu dan masih berlangsung hingga sekarang,” ungkap Budi.

Budi mengatakan, logistik Pemilu sendiri secara umum terbagi tiga, yaitu, alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara, barang cetakan dan segel plastik berlogo KPU. “Kita sudah menerima beberapa logistik Pemilu,” ucapnya.

Diantaranya kotak suara, bilik suara, sampul C, D, DA dan DB, tinta, paku coblos, lem dan lain-lain termasuk kabel ties pengaman kotak suara. ”Sedangkan yang belum datang yaitu surat suara dan formulir,” tambah Budi.

Budi mengatakan, setelah dilakukan proses sortir, ternyata ada yang ditemukan rusak dan hal itu langsung dilaporkan untuk mendapatkan penggantian dari KPU RI dan KPU Provinsi Sulsel.

Beberapa logistik yang ditemukan rusak, yaitu 29 lembar sampul salinan C1 ke PPS, 4 lembar sampul C untuk ke KPU, sampul C1 berhologram 10 lembar, sampul C, C2 dan C5 berhologram sebanyak 4 sampul dan masih adalagi. ”Kami sudah laporkan dan saat ini menunggu penggantiannya untuk kemudian tetap kami sortir kembali,” katanya.

Menghadapi pemilu presiden dan wakil presiden dan pemilu legislatif, KPU Luwu menyiapkan sebanyak 1.172 TPS, dengan kebutuhkan kotak suara 6.102 buah, bilik suara 2.013 lembar duplex, sampul C, D, DA dan DB, tinta 2.344 botol dan alat kelengkapan TPS lainnya, termasuk kabel ties pengaman kotak suara.

“Surat suara memang belum didistribusi dengan formulir. Khusus bilik dan kotak suara KPU baru akan melakukan perakitan di Februari berdasarkan surat edaran sekjen KPU RI.

Pada pelaksanaan Pemilu ini kami masih menggunakan bilik almunium juga sebanyak 2675 unit ditambah berbahan dupleks sebanyak 2.013 buah,” kata Budi, seraya menambahkan, KPU membutuhkan sebanyak 4.688 bilik atau 4 kali lipat dari jumlah TPS. Sedangkan kotak suara yang seluruhnya berbahan Duplex yang dibutuhkan sebanyak 6.102 buah dengan rincian sebanyak 5.860 buah untuk tingkat TPS dan 242 buah untuk tingkat PPK.(and/ary)



Click to comment

Most Popular

To Top