Luwu

Terapkan Pusat Pembelajaran Keluarga

  • Program Prioritas DP3A di 2019

BELOPA — Salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu di tahun 2019 adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Ini merupakan wadah bagi para orang tua untuk mendidik anak mereka ke arah yang lebih baik.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu, Nurlina, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Bagi para orang tua yang memiliki masalah terhadap kehidupan yang dialami oleh anak mereka.

“Ini merupakan program nasional yang kami terapkan di Luwu. Dengan hadirnya PUSPAGA ini semoga bisa membantu permasalahan yang dihadapi oleh anak anak,” ujarnya, Kamis 10 Januari 2019.

Dikatakannya bahwa pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak. Kegagalan keluarga dalam melaksanakan tanggung jawab pengasuhan disertai lemahnya program pemerintah dalam membantu memberdayakan keluarga untuk mengasuh dan melindungi anak.

Lanjutnya, dikhawatirkan dalam masalah tersebut akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan beresiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya program PUSPAGA bisa mengatasi semua masalah yang dihadapi oleh keluarga terhadap anaknya.

Dijelaskan Nurlina, PUSPAGA sebagai tempat pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional seperti tenaga konselor, baik psikolog atau sarjana profesi bidang psikologi. Bimbingan Konseling atau Pekerja Sosial yang telah memahami Konvensi Hak Anak.

Melalui peningkatan kapasitas orang tua atau keluarga yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran.

“Hal ini merupakan salah satu unsur prioritas kami dalam pelaksanaan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Karena untuk mendapatkan predikat KLA bergantung pada program PUSPAGA yang dilaksanakan dengan baik,” paparnya.

Perlu diketahui, PUSPAGA adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan/pengasuhan, keterampilan menjadi orangtua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun penyelenggaraan program konseling bagi anak dan keluarga.

“Saya sangat berharap PUSPAGA yang sudah terbentuk di DP3A Kabupaten Luwu dapat segera dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat dan keluarga yang ingin mencari solusi bagi masalah keluarga. Sehingga selama 24 jam kehidupan anak setiap harinya dapat terjamin pengasuhannya,” terangnya.(udy/ary)



Click to comment

Most Popular

To Top