Metro

Produksi Sampah 75-100 Ton per Hari

TOMPOTIKKA — Produksi sampah di Kota Palopo mencapai 75 ton hingga 100 ton per hari. Sampah tersebut merupakan sampah yang dihasilkan warga dari tiga kali pengangkutan setiap harinya yang dilakukan armada sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo.

Kepala DLH Kota Palopo, Drs Rachmad, M.Si mengatakan produksi sampah yang dihasilkan itu sebagian besar sampah rumah tangga dan sebagian besarnya lagi adalah sampah plastik.

”Produksi sampah dari hari ke hari terus bertambah dikarenakan gaya hidup warga Palopo saat ini juga ikut berubah. Apalagi jika ada kegiatan dalam masyarakat, maka sampah akan terus bertambah setiap harinya,” kata Rachmad saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Pengangkutan sampah yang dilakukan DLH, sebut Rachmad, itu dilakukan setiap pagi dan sore hari. Untuk itu, warga Palopo diminta untuk membuang sampah pada jam-jam tertentu, agar tak ada lagi sampah yang berserakan setelah armada sampah mengangkut sampah warga.

”Armada kami melakukan pengangkutan sampah setiap harinya sebanyak tiga kali. Yakni pada pagi hari pukul 07.00 Wita, siang hari pukul 13.00 Wita, dan malam hari pukul 19.00 Wita.

Untuk itu, diimbau kepada warga agar membuang sampah sebelum jam tersebut, agar sampah bisa terangkut seluruhnya tak ada lagi yang tertinggal,” sebut mantan Kepala Damkar Kota Palopo ini.

Sehingga, lanjutnya, ketika petugas telah mengangkut sampah, maka setelah itu wilayah tersebut sudah bersih dari sampah. Pasalnya, ketika warga membuang sampah setelah petugas selesai mengakut sampah menyebabkan sampah menumpuk, seolah-olah tak ada petugas yang mengambil sampah.

”Sampah yang diangkut dalam tiga shift, hitungan ton yang masuk ke TPA sekitar 75 ton hingga 80 ton bahkan hingga 100 ton. Pengangkutan sampah dilakukan dalam tiga kali dalam sehari,” jelasnya.

Saat ini di TPA Mancani, jelasnya, diterapkan Sanitary Landfill. Yang mana sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya , dan kemudian menimbunnya dengan tanah untuk menghindarkan berbagai masalah sosial karena bau menyengat yang dihasilkan dari pembusukan sampah. Hal ini juga dilakukan agar bibit penyakit yang ada dalam sampah tidak sampai ke wilayah pemukiman.

Adapun sarana pengangkut sampah yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup terdiri dari gerobak motor sampah 7 unit, mobil pick up mini 3 unit, dump truck kecil 6 unit, dump truck besar 8 unit, trailer container 11 unit, truk arm roll 6 unit, dan truk compactor 1 unit. (rhm)



Click to comment

Most Popular

To Top