Ekonomi

Bus Borlindo Layani Rute Palopo-Makassar

Tipe Dua Kabin 48 Seat, Dua di Antaranya Seat Slepeer

PALOPO-– Sejak 14 Januari 2019, Bus Borlindo melayani rute Palopo – Makassar. Berangkat setiap malam pukul 21.00 Wita di Terminal Dangerakko Palopo. Perwakilannya juga berada di dalam kompleks terminal bagian Barat.

Tarif tiketnya tiga macam yakni pertama Rp160 ribu untuk seat kelas eksekutif yang berada di dek dua (kabin atas). Kedua Rp200 ribu seat kelas bisnis di dek satu (kabin bawah). Dan ketiga Rp300 ribu untuk seat slepeer di dek satu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bus Borlindo Palopo, Yusri Pelor yang ditemui di kompleks Terminal Dangerakko, Kamis, 17 Januari 2019 siang kemarin.

Menurutnya, Bus Borlindo merupakan tipe doble dekker atau dua kabin, atau pun dua tingkat. Dek satu (kabin bawah) memiliki 12 seat. Seat 1 dan 2 berfungsi slepeer (tempat tidur).

Sedang seat 3 – 12 kelas bisnis yang sandaran kursinya bisa diturunkan ke belakang. Sedang kabin atas seat 13 – 48 kelas eksekutif, sandaran kursinya juga bisa diturunkan ke belakang.
”Setiap malam, ada lima armada Borlindo yang berangkat ke Makassar. Dua unit di Sorowako, dan masing-masing satu unit dari Mangkutana, Masamba, dan Palopo ke Makassar,” terang Yusri.

Di Luwu Raya, armada Bus Borlindo beroperasi sejak April 2018 dengan rute Sorowako – Makassar. Dalam perjalanannya juga melayani Mangkutana, Masamba, dan pekan ini mulai beroperasi di Palopo.

Borlindo menggunakan bus mewah merek Scania jenis K410IB buatan Swedia. Harganya di atas Rp3 miliar. Sementara bus biasa Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Keunggulan bus Borlindo, biaya operasionalnya lebih efisien. Karena bus dua kabin ini setara dengan 1,5 bus satu kabin.

Memang penggunaan bahan bakar lebih besar ketimbang bus biasa. Bus Borlindo dobel dekker rata-rata menggunakan solar senilai Rp2 juta rute Palapo – Makassar. Sementara bus biasa hanya menghabiskan solar senilai Rp1,5 juta. Namun biaya sopir dan kondektur lebih efisien. Karena 1,5 bus itu sama halnya dua bus yang tentunya minimal menggunakan dua sopir diluar sopir bantu. ”Kalau bus doble dekker satu sopir saja,” terang Yusri. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top