Kapolres Benarkan Ada Tembakan – Palopo Pos
Luwu Utara

Kapolres Benarkan Ada Tembakan

*Terkait DPO Ditemukan Tewas di Sungai

MASAMBA-–Kapolres Luwu Utara (Lutra) Kapolres Lutra, AKBP Boy FS Samola, akhirnya, mengeluarkan komentar resmi terkait isu penembakan terhadap salah seorang pelaku pembakaran dan pembusuran almarhum Dandi yang ditemukan meninggal dunia di sungai.

Saat itu, memang anggotanya melepaskan tembakan, namun sebatas peringatan yang diarahkan ke atas langit bukan mengarah lurus ke sasaran almarhum.

“Memang ada bunyi tembakan, namun sebatas peringatan yang dikeluarkan mengarah ke atas untuk memberitahukan kepada terduga pelaku yang lari. Namun anggota kepolisian tidak melihat siapa yang lari pada saat itu,” kata Boy FS Samola, Kamis, 17 Januari 2019.

Terkait, isu kalau korban yang ditemukan meninggal dunia di Bendung Baliase dengan tangan di borgol, itu tidak benar adanya.

“Bagaimana mungkin korban di borgol, sementara saat itu pihak kepolisian tidak mendapati Dandi ketika mendatangi rumah terduga. Sehingga anggota kembali mendatangi rumah salah seorang pelaku lainnya,”jelas Boy.

Ia juga menyebutkan bahwa, saat mencari tersangka lain yakni Apping di kediamanya, pihak kepolisian juga tidak mendapati tersangka.

“Kala itu memang ada bunyi pintu yang dibanting, begitu salah satu keluarga Apping ditanya siapa yang lari mereka mengatakan, yang lari itu adalah Dandi. Namun pihak kepolisian tidak melihat siapa yang lari dan arahnya ke mana karena kondisi saat itu gelap,” jelasnya.

Dari hasil visum pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba, menyebutkan ditubuh korban hanya ditemukan luka akibat gerusan air atau karena benturan di dinding bendungan.

Boy: Saya Akan Pecat Jika Terbukti

SEBELUMNYA, Kapolres menggelar Konfrensi Pers. Dihadapan awak media, Kapolres berjanji akan menindak tegas bahkan memecast anggotanya jika terbukti telah melakukan tindakan tidak sesui SOP.

Soal Meninggalnya DPO Polres di Sungai Baliase, memang diakui Kapolres terjadi simpang siur informasi ditengah masyarakat, sehingga hal itu perlu diluruskan supaya tidak menjadi polemik.

terkait meninggalnya Ahmad Dandi warga Mappideceng tanggal 14 Januari 2019, langsung menggelar Konfrensi Pers, Rabu 16 Januari 2019.

Dalam Konfrensi Pers, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol, Amir Majid dan Kasat Reskrim, Iptu Syamsul Rijal, dihadiri sejumlah wartawan cetak dan online, Boy panggilan akrap Kapolres menjelaskan bahwa, Dandi merupakan satu dari sembilan DPO kasus pembakaran dan pembusuran di Dusun Beringin, Desa Mappedeceng, dalam pengejaran anggotanya.

Insiden yang terjadi tanggal 1 Desember 2018 itu, anggotanya berhasil mengungkap pelaku utama Riki alias Ballang (20) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tanggal 8 Januari 2019.

Dari pengembangan yang dilakukan, Riki membeberkan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus tersebut. Hingga akhirnya, penyidik mengantongi identitas delapan pelaku salah satunya almarhum.

Minggu 13 Januari 2019, sekitar pukul 00.30 Wita, personel Polres Lutra mencari pelaku di Dusun Nanna, Desa Mappedeceng.

Ketika itu diamankan empat pelaku masing-masing Abdul Karim, Alpin, Hirpan, dan Akram.

Personel Polres Lutra yang dipimpin Iptu Syamsul Rijal, kemudian bergeser ke rumah pelaku lain yakni Apping di area penjual sagu Mappedeceng sekitar pukul 03.00 Wita.

Namun waktu itu Apping tidak ada di rumah sesuai dengan keterangan saudaranya Ferdi.

Saat itu, personel sedang berbincang dengan Ferdi di teras rumah, terdengar bunyi di bagian belakang rumah.

“Lalu kepada Ferdi ditanya siapa itu lalu Ferdi menjawab Dandi dan beberapa orang anggota berlari ke arah belakang namun tidak melihat adanya orang.

Disaat bersamaan dikeluarkan tembakan peringatan ke atas meminta yang lari supaya berhenti dan orang yang lari tidak terlihat lagi,” terang Boy.

Setelah anggota mencari dan tidak menemukan Dandi, anggota kembali menyampaikan kepada Ferdi agar Aping dan Dandi menyerahkan diri ke polisi.

“Terkait dengan tuntutan warga, sekali lagi saya tegaskan akan tetap melakukan penyelidikan termasuk memeriksa anggota yang melakukan penangkapan saat itu.

“Tuntutan warga agar dilakukan penyelidikan sudah kita lakukan, tapi itu membutuhkan waktu.

Hasilnya bagaimana tergantung pemeriksaan. Pasti akan kita tindak tegas kalau memang menyalahi prosedur. Namun jika, anggotanya dalam bertugas sudah menjalakan sesuai SOP, maka mari kita sama-sama menerima dengan lapang dada,” terang Boy.

Ia juga berpesan kepada seluruh warga agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang belum tentu benar.

“Mari kita sama-sama menjaga suasana kondusif di daerah kita ini,” tutup Boy Samola. (mnah/jun/ded)

Click to comment

Most Popular

To Top