Pendidikan

STIKES Mega Buana Disarankan Bentuk BPIK

PALOPO-– Menurut Assesor Management Mutu Industri Kementerian Perindustrian, Ir Hasbi Assidiq Syamsuddin, pada dasarnya manusia dilahirkan dengan tiga potensi. Ada yang dilahirkan dengan bakat enteprenuer.

Ada yang dilahirkan memiliki keahlian. Dan ada pula dengan penggabungan potensi tersebut, dilahirkan dengan bakat enterprenuer dan keahlian.

Orang yang dilahirkan dengan bakat enteprenuer adalah para pedagang. Kemampuannya hanya menjual barang dagangan saja. Kesuksesannya pun biasa-biasa saja, sama seperti pedagang yang banyak di pasar. Ada juga orang lahir dengan potensi keahlian. Seperti guru, dosen, dokter, dan sebagainya. Paling banter dia jadi dokter ahli yang bekerja pada instansi pemerintah atau swasta.

Tapi yang lahir dengan gabungan potensi enterprenuer dan keahlian, orang seperti inilah yang
sukses. Keahliannya dipadukan dengan bakat enterprenuer. Seperti Ketua STIKES Mega Buana Palopo, Dr Nilawati Uly SSi Apt MKes. Keahlian mengajar yang dimiliki mengantarnya menuju tangga sukses mengelola STIKES Mega Buana Palopo.

Hal tersebut diungkapkan Ir Hasbi Assidiq usai tampil sebagai narasumber pada Seminar Nasional Technopreneur yang digelar mahasiswa STIKES Mega Buana (MB) di gedung SaodenraE Convention Centre (SCC), (16/1).

Hasbi Assidiq juga mendorong Dr Nilawati untuk menjadi pelopor Program Studi (Prodi) atau setidak-tidaknya, membentuk Badan Industri Kesehatan dibawah naungan STIKES MB. Melalui lembaga itu, STIKES MB bisa membina mahasiswa atau alumni untuk mengembangkan sekaligus memproduksi alat kesehatan.

Minimal memproduksi kursi roda-lah supaya kebutuhan kursi roda di Luwu Raya tidak perlu lagi diimpor atau didatangkan dari daerah lain. Kursi roda disematkan teknologi digital sehingga pasien tidak perlu memutar roda kursi, cukup dengan menekan tombol secara digital.

Di Jakarta, belum ada perguruan tinggi yang membuka Prodi atau Badan Industri Kesehatan. Universitas Indonesia saja yang merupakan salah satu universitas terbesar di Indonesia, belum mengembangkan program Pendidikan Industri Kesehatan. Dr Nilawati sangat merespon masukan tersebut. Ia akan memikirkan pengembangan ke arah sana. (ikh)



Click to comment

Most Popular

To Top