Kriminal

Waspada..! Penyebar Hoax Bisa Dipenjara 6 Tahun

PALOPO — Jelang pilpres dan pileg 2019 sangat rawan dengan penyebaran berita hoax atau bohong. Tak salah jika aparat Polres Palopo mengingatkan kepada pengguna media sosial untuk tidak mengirimkan kabar bohong, kendati itu hanya iseng namun dampaknya sangat buruk terhadap masyarakat luas.

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf menegaskan akan menindak orang yang menyebarkan informasi bohong. Tak hanya pembuat informasi, tetapi orang iseng menyebarkan informasi mendapat hukuman. “Saya ingatkan ancaman hukumananya tidak main-main, bisa pidana penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar,” tegas perwira tiga balok di pundak ini, Kamis 17 Januari kemarin.

Ia menjelaskan bahwa pelaku penyebar informasi hoax dikenakan pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di dalam pasal UU ITE ini disebutkan, ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

“Nah, kepada masyarakat tentunya bisa mencerna dan tidak menerima informasi yang belum tentu kebenarannya. Informasi bohong itu kerap tersebar melalui pesan berantai lewat perangkat elektronik, baik SMS, maupun email.

Dan apabila ada masyarakat yang mengetahui perbuatan itu, diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian karena sudah masuk dalam delik hukum,” katanya, seraya menambahkan setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi. (him)



Click to comment

Most Popular

To Top