Ciptakan Rasa Kekeluargaan dan Disiplin dalam Bekerja – Palopo Pos
FEMALE

Ciptakan Rasa Kekeluargaan dan Disiplin dalam Bekerja

Nur Yalamlan Cayana, SH MH
Kajari Kota Palopo

Memimpin sebuah institusi hukum apalagi seorang perempuan menjadi tantangan tersendiri bagi sosok Female kali ini. Adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Palopo yang baru Nur Yalamlan Cayana, SH MH. Dalam bekerja, ia selalu berusaha menciptakan rasa kekeluargaan dengan bawahan, disamping itu disiplin, dan amanah.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 17 Januari 2019 lalu, ibu empat orang anak ini bercerita awal karirnya di kejaksaan hingga saat ini. Dimulai dari statusnya sebagai CPNS di Kejaksaan Tinggi Sul-sel tahun 1992 lalu, kemudian mengikuti Pendidikan Pembentukan Jaksa di Jakarta dan penempatan pertama sebagai Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Kabupaten Polewali Provinsi Sul-Sel kala itu di tahun 1995 selama 3,5 tahun di Polewali, ia kemudian dipromosikan ke Kejaksaan Negeri Sidrap selaku Kasi Pidum. Lalu di tahun 2000 dipindahkan ke Kejari Maros.

Di sana menjabat Kasi Datun. Selama beberapa tahun ditugaskan di wilayah Sul-Sel. Lalu di tahun yang sama, tahun 2000, ia pun dimutasi ke Kejaksaan Agung selaku Jaksa Fungsional. Selanjutnya Nur pun dipindahkan lagi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan masih selaku fungsional. Tak cukup setahun di sana, ia lalu dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Gorontalo selaku Kasi Pidum. “Waktu itu Provinsi Gorontalo baru mekar dari Sulawesi Utara,” ungkapnya.

Di Gorontalo selama 2 tahun lebih, yakni dari tahun 2002-2004, ia kemudian ditarik kembali ke Kejagung sebagai pemeriksa. Di jabatan itu selama 2,5 tahun, lalu dipromosikan naik sebagai pengkaji di Kejaksaan Tinggi Sul-Sel selama 10 bulan. “Kalau sekarang itu diistilahkan sebagai koordinator,” sebutnya.
Dari Pengkaji/Koordinator di Kejaksaan Tinggi Sul-Sel, lalu dipromosikan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bantaeng.

Di sana ia menjabat selama 2 tahun 7 bulan, lalu dipindahkan ke Kejari Majalengka selaku Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Jawa Barat selama 2 tahun 5 bulan, lalu promosi ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) “Di sana agak lama ada 4 tahun,” ujarnya. Dari Gorontalo kembali lagi ke Kejagung sebagai Kepala Bagian. Dari situ barulah diberi amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kota Palopo saat ini. Itulah perjalanan karir dari Kajari Palopo.

Di kesempatan yang sama ia juga mengungkapkan kalau dalam bekerja, ia selalu memegang prinsip dan
selalu menerapkan suasana bekerja dalam rasa kekeluargaan. Lalu, lanjut Nur, dalam bekerja harus disiplin serta bekerja ikhlas dan baik. “Kesuksesan itu juga diperoleh dari kedisiplinan yang baik ya, dan bekerja ikhlas, insyaa allah keberkahan itu akan turun,” ungkapanya.

Di Kota Palopo ini, meskipun tergolong masih baru, ia bertekad semaksimal mungkin berupaya melakukan kinerja yang baik. “Kejari Palopo melakukan sejumlah pendampingan dengan melakukan kerja sama dengan Pemkot Palopo. Lalu juga telah mencanangkan zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan birokrasi bersih melayani,” terangnya.

Intinya, ditambahkan Nur, bagaimana pihaknya mengarahkan kepada program-program transparansi, dan membangun hal-hal positif bersama-sama. “Ketika ada yang ingin dilakukan atau ada sesuatu yang ingin dikonsultasikan. Masyarakat dapat melakukan konsultasi ke Kejaksaan Negeri Palopo,” terangnya.

Sebelumnya, Nur Yalamlan dilantik sebagai Kajari Kota Palopo pekan lalu di Kejati Makassar bersama sejumlah kajari lainnya. Ia pun sangat menyanjung pembangunan luar biasa di Palopo. “Kotanya dinamis, hidup. Selain itu, penerangan kota ini cantik di malam hari,” akunya.

Ia juga mengagumi beberapa taman di Kota Palopo, yakni ada taman yang mirip di Madinah, ada payungnya. Lalu di Palopo ternyata ada tempat wisata Kambo yang tak kalah dari luar negeri. Pemandangan alamnya luar biasa, dan terakhir masih terpeliharanya peninggalan bersejarah seperti Masjid Jami Tua dan Istana Kedatuan Luwu.(idr)

Click to comment

Most Popular

To Top