Universitas Muhammadiyah Memenuhi Syarat – Palopo Pos
Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Memenuhi Syarat

Dr Salju: Izin Operasional Terbit Februari 2019

PALOPO— Tim Kemenristek-Dikti telah menyelesaikan visitasi penyatuan tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) menjadi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palopo selama satu hari, Kamis, 24 Januari 2019 lalu. Hasilnya, memenuhi syarat minimal.

”Insya Allah, izin operasional terbit bulan Februari 2019 atau paling lambat awal Maret 2019. Sehingga tahun ini juga, sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru,” kata Ketua Panitia Pendirian Unismuh Palopo, Dr Salju SE MM yang dihubungi Palopo Pos, Jumat, 25 Januari 2019 kemarin.

Untuk diketahui, tiga PTM yang disatukan menjadi Unismuh adalah STIE, Akbid, dan STKIP Muhammadiyah Palopo.
Lanjut mantan Ketia STIE-Muh Palopo, ada tiga aspek utama yang diverifikasi oleh tim visitasi untuk menilai layak atau tidaknya pendirian univesitas yakni aspek keuangan, aspek hukum, dan aspek umum utamanya dosen.

Berdasarkan hasil verifikasi tim visitasi Kemenritek-Dikti, aspek keuangan memenuhi syarat. Seperti legalitas kelembagaan dan legalitas aset. Seperti lahan kampus utama (kompleks kampus STIEM saat ini) memiliki sertifikat hak milik atas nama persyarikatan Muhammadiyah.

Kemudian aspek umum seperti tenaga dosen juga memenuhi syarat. Demikian halnya persyaratan minimal lima Program Studi (Prodi) yang terdiri dua Prodi Sosial dan tiga Prodi eksakta juga terpenuhi, bahkan lebih.

Prodi baru yang telah memenuhi syarat adalah Prodi S2 Manajemen, Prodi S1 Farmasi, Prodi S1 Kelautan, dan Prodi S1 Penyuluhan Pertanian. Ditambah Prodi lama seperti Prodi S1 Ekonomi Pembangunan, Prodi S1 Manajemen, dan Prodi S1 Akuntansi, dan Prodi binaan STKIP Muhammadiyah.

Sebelumnya, saat penyambutan tim visitasi Kemenristek-Dikti di gedung Muhammadiyah Convention Centre (MCC) Kamis lalu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Palopo, H Jabbar Hamseng SH MH, menyampaikan, penyatuan tiga PTM menjadi Unismuh merupakan keinginan seluruh dosen mahasiswa yang didukung oleh persyarikatan Muhammadiyah.

Kesiapan lahan, terdiri tiga lokasi. Yakni kampus utama (kampus STIEM saat ini) seluar 15 hektar dan bersertifikat hak milik atas nama Muhammadiyah selaku lembaga yang menaungi STIE, Akbid, dan STKIP Muhammadiyah.

Juga ada lahan untuk persiapan pengembangan ke depan di Kel. Salobulo Palopo seluar 25 hektar. Ada juga lahan di Songka seluas 13 hektar. ”Semua lahan yang terdiri tiga hamparan tersebut bersertifikat hak milik atas nama Muhammadiyah,” terangnya.

Prasarana yang dimiliki yakni 1 gedung rektorat berlantai tiga, 27 Ruang Kelas Perkuliahan, 1 auditorium kapasitas 1.500 orang, masjid sementara akan dibangun, penyelesaian lantai empat gedung auditorium, dan lainnya.

Ditambahkan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberi dukungan pembiayaan sebesar Rp4 miliar. Juga ada bantuan hibah dari Pemkot Palopo sekira Rp1 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana ruang perkuliahan.
Kota Palopo yang dulunya merupakan Kabupaten Luwu.

Setelah pemekaran wilayah menjadi empat kab/kota yakni Kota Palopo, Kab. Luwu, Kab. Luwu Utara, dan Kab. Luwu Timur. Palopo sangat strategis dan menjadi kota pendidikan karena menjadi daerah penghubungan di Luwu Raya, dan provinsi tetangga seperti Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

”Apalagi dengan dibukanya Bandara Bua, semakin prospektif menjadi Kota Palopo yang berkembang, termasuk Palopo sebagai kota pendidikan,” tandas Jabbar. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top