Bisnis Miras, 2 Emak-emak Diamankan – Palopo Pos
Kriminal

Bisnis Miras, 2 Emak-emak Diamankan

*Polisi Sita Ratusan Liter Ballo

PALOPO — Dua orang emak-emak dan seorang pria beralamat sama di Jalan Ahmad Razak Kota Palopo, terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Itu lantaran ketiganya melakukan bisnis jual beli minuman tradisional jenis ballo di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Adalah Mama Mulik (32) dan Mama Ecek Alias Mami (44), serta lelaki Markus (66). Ketika dilakukan Cipkon yang dipimpin Kasat Shabara Kota Palopo, AKP Gery, ditemukan ketiga warga Jalan Ahmad Razak itu, menjual ballo secara bebas. Razia dilakukan Sabtu 9 Pebruari 2019.

“Begitu kita tangkap ballonya, langsung kita musnahkan dengan cara ditumpa ke selokan,” ucap Gery, disela-sela operasi. Setelah pemilik bersama anggota Shbara menumpahkan minuman haram itu, Gery, tak lupa melakukan interogasi lisan kepada pemiliknya.
“Setelah itu, kami bawa mereka di kantor untuk dibuatkan pernyataan,” terangnya.

Dari keterangan, Markus, ballo tersebut diperoleh dijual kepada konsumen yang berasal dari Ila Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu dan sebagian dari Kelurahan Latuppa Kota Palopo.
“Miras tradisional yang disita sebanyak 350 liter itu, hendak dijual di warung-warung melalui mitra dengan salah satu tukang ojek sebagai langganannya untuk menjemput miras tersebut yang kemudian dibawa ke warung selanjutnya dijual ke konsumen,” ucap Markus.

Gery, kembali mengungkapkna, dari keterangan tukang ojek yang membawa miras ke warung pelaku, setiap harinya dia tiba di warung pelaku sekitar pukul 10.00 Wita dan sore hari sekitar pukul 18.00 Wita.

“Ketika razia warung terdapat pula warga yang sedang minum, sehingga sisa miras ditumpahkan serta pemilik warung ballo dengan sukarela ikut menumpahkan sisa ballo yang ada,” tutur Gery.

Selain menumphkan, tambah Gery, tindakan lain yaitu memberikan himbauan kepda pemilik warung ballo agar menghentikan penjualan miras tradisional jenis ballo atau tuak karena dapat merusak kesehatan manusia dan di proses secara hukum dengn dasar hukum UU RI No. 36 thn 2009 tentang kesehatan, UU RI No. 8 th 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 492 KUHP. “Serta pasal 204 KUHP yang ancaman pidananya 15 tahun penjara,” tegas Gery. (ded/him)

Click to comment

Most Popular

To Top