Utama

Warga Tionghoa Bagian Wija To Luwu

*Pada Perayaan Imlek 2570 di SCC

PALOPO –– Keberadaan warga keturunan Tionghoa di Tana Luwu tak bisa dipisahkan dari sejarah panjang Kerajaan Kedatuan Luwu. Telah mendarah daging, berbaur.

Keberadaan warga Tionghoa, bahkan sebagai salah satu penggerak roda perekonomian di Tana Luwu ini. Untuk itu, warga Tionghoa juga merupakan bagian Wija To Luwu.

Dalam perayaan tahun baru Imlek 2570/2019 yang dilakukan di Saodenrae Convention Center (SCC), Sabtu malam, 9 Februari 2019, menyatu antara warga Tionghoa dengan pribumi.

Pada acara itu, berbagai kesenian has Tiongkok dipertunjukkan di malam damai itu. Yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan aksi Barongsai dari pemuda Vigara Girinaga Makassar, serta tarian seribu tangan.

Dikesempatan itu, Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Kota Palopo, Luis Chandra memberikan hadiah spesial kepada Yang Mulia Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau berupa satu set pakaian kerajaan Tiongkok.

Mengawali acara perayaan tahun baru Imlek 2570, perwakilan warga Tionghoa Tana Luwu, Steven Hamdani menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pemerintah daerah se Tana Luwu, khususnya Kota Palopo. Utamanya dalam mengembangkan potensi, seperti di sektor perekonomian, yang berjalan lancar, dan aman.

Disamping itu, kata Steven, ia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat penegak hukum yang telah menjaga daerah ini tetap aman, sehingga investor mau datang ke Tana Luwu dan Kota Palopo, khususnya.

“Kami keluarga besar warga Tionghoa menyampikan terima kasih kepada Yang Mulia Datu Luwu, yang senantiasa membimbing masyarakat keturunan Tionghoa. Kami merasakan seperti berada di rumah sendiri.

Merasa bagian dari Kota Palopo, dan merasa Wija To Luwu. Sehingga kami tekankan, kapan saja, dan dimana pun, kami siap membantu Luwu Raya, khususnya Kota Palopo,” ungkapnya.

Lanjut Steven, pihaknya berharap tali silaturahmi dapat tetap terjalin dengan baik. “Saling tolong-menolong, menjaga toleransi sesama mahluk Tuhan Yang Maha Kuasa,” sebutnya.

Diakhir sambutannya, Steven mengungkapan ucapan Selamt Hari Imlek, semoga tahun ini rejeki semakin melimpah dan diberikan kesehatan kepada semua, terbebas dari keraguan dan ketakutan.

Sambutan tersebut ditutup dengan kata Gong Xi Fa Cai Xinen Waile.
Ditempat yang sama, Wali Kota Palopo HM Judas Amir mengungkapkan, dalam suasana Imlek 2019, kita berharap ini bisa lebih membahagiakan. Dari tahun ke tahun di Kota Palopo semkain meningkat kegembiraan itu.

Dikatakan Wali Kota, yang menjadi penting bagi kita semua, sekaligus mengajak kepada diri, seluruh masyaralat Tionghoa di Tana Luwu, dan masyarakat umumnya, untuk bersama-sama memegang teguh peraturan perundang-undangan.

“Peraturan itu sebagai aturan berkehidupan. Alat keamanan kita. Jadi, kalau ada satu peraturan disepelakan, maka pasti jadinya kita tidak akan bersatu,” sebutnya.

Sekali lagi, wali kota menekankan, agar berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan, agar perekonomian juga meningkat.
Ditambahkan, Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris Lao, kalau setiap kali berkunjung ke Kota Palopo, selalu mengingatkan mengunjungi tana leluhur.

“Sering saya berdiskusi dengan Yang Mulia Datu, bahwa Tana Luwu ini adalah tana leluhur orang-orang Tiongkok juga. Zamannya La Galigo, sudah ada di sini dan ikut membangun peradaban Indonesia. Tana luwu terkenal dengan perdaban yang sangat tinggi, menjadi pusat perdagangan, ekonomi di Nusantara kala itu,” terangnya.

Lanjut Yonggris, kalau membuka google, untuk Sulsel, Kota Palopo termasuk kota ketiga terbesar dalam sisi perekonomian. Di 2018, lalu, semakin tipis dengan Makassar, dan ke depan Kota Palopo bisa menjadi pusat perekonomian tertinggi di Sulsel.

Kenapa perekonomian di Palopo ini meningkat, kata Yonggris, itu pasti didukung dari kondisi keamanan, dan pemerintahnya yang bagus. “Tidak ada satu kota yang mampu membangun dirinya, kalau tidak ada investor yang baik. Dan investor tidak akan masuk kalau tidak ada rasa aman. Uang ini paling takut. Ada ribut sedikit uang itu langsung lari,” ungkapnya.

Untuk itu, rasa aman dan damai paling penting sekali dalam mengangkat perekonomian. (idr)



Click to comment

Most Popular

To Top