Luwu Utara

Aksi AMDAS, 30 Menit Pengendara Kepanasan

*Tuntut Normalisasi Sungai Rongkong

MASAMBA–Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Daerah Aliran Sungai Rongkong (AMDAS) Rongkong, melakukan aksi damai di Kantor Bupati Luwu Utara (Lutra), Senin 11 Februari 2019.

Aksi damai AMDAS diawali di Jembatan Sungai Rongkong, kemudian dilanjutkan ke Kantor Bupati dengan dikawal ketat pihak kepolisian.
Sekitar 30 menit (setengah jam) lamanya berorasi di jembatan, mengakibatkan pengendara dari arah Selatan ke Utara dan begitupun sebaliknya harus kepanasan.

Pasalnya, hanya jalur tersebut itulah satu-satunya sebagai penghubung Lutra ke Lutim dan seterusnya.
Tak bisa berbuat apa-apa, lebar jembatan dan ruas jalan sekira enam meter itu, tertutup rapat para pendemo.

“Sudah sekitar 30 menit pak kami tertahan di jembatan. Tidak bisa lewat karena tertutup para pendemo. Ya mau apalagi, kita hanya bisa pasrah saja,” ucap Edy, pengendara motor yang mengaku akan ke Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng, siang kemarin.

Sementara itu,
Jenderal Lapangan (Jendlap), Didit Prananda, dalam orasinya, mengatakan sungai rongkong merupakan salah satu sungai terbesar di Luwu raya, yang dilintasi berbagai pemukiman warga, termasuk di pemukiman warga yang ada di Kelurahan Salassa, Kecamatan Baebunta, sudah sangat meprihatinkan. Olehnya itu, warga merasa ketakutan, akibat terkikisnya atau terjadi erosi pada bantaran sungai.

“Sehingga jika sewaktu-waktu datang hujan deras mengakibatkan Sungai rongkong meluap dan imbasnya pasti ke masyarakat,” kata Didit, kemarin.

Karena itu, masih kata Didit, AMDAS meminta kepada Pemda Lutra, untuk segera melakukan normalisasi Sungai Rongkong, penetapan garis sempadan Rongkong dan penutuoan tambang galian C yang tidak mengantongi izin.

Terpisah Kadis PUPR, Suaib Mansyur, mengatakan saat ini Pemkab terus melakukan normalisasi Sungai Rongkong.
“Kita bisa lihat sendiri alat berat berupa ekskavator stanby dan beroperasi di Sungai Rongkong, salah satunya adalah melakukan pengerukan di atas jembatan agar air terbagi.

Bukan hanya itu, saat ini tengah bekerja di daerah sekitar Nusa Kecamatan Sabbang, yang mana DAS Rongkong, menenggelamkan sawah warga.

Memang harus bertahap. Kami tetap akan memperhatikan masukan warga,” terang Suaib Mansyur, menanggapi aksi demo. (jun/ded)

Click to comment

Most Popular

To Top