Luwu

Dinas Pariwisata Kembangkan Hutan Mangrove

BELOPA — Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu di tahun 2019, akan mengembangkan kembali objek wisata bahari. Diantaranya objek wisata Buntu Mattabing yang sempat mati suri dan juga objek wisata baru yakni wisata hutan mangrove Babana Temboe di Kecamatan Larompong Selatan.

Sekertaris Dinas Pariwisata, Rahmat, mengatakan untuk objek wisata mangrove saat ini masih dalam tahap pengerjaan infrastruktur. Walaupun sebagaian sudah selasai pengerjaannya dari tahun lalu. Dimana ada tiga sumber anggaran yang digunakan seperti DAK dari Dispar, bantuan dari Kemendes, dan dari Dana Desa.

“Bantuan yang bersumber dari DAK kami di dispar yakni pembangunan infrastrukur yang ada di dalam kawasan wisata hutang mangrove. Seperti pembuatan jalan setapak, gasebo, dan talut. Tahun ini kami akan bangun musallah dan rencana tahun ini juga bisa diresmikan,” ujarnya, Senin 11 Februari 2019.

Dikatakannya, pengerjaan kawasan wisata hutan mangrove sudah dilaksanakan dari tahun lalu. Dan tahun ini rencana pertengahan tahun akan diresmikan dan bisa dibuka untuk umum. Adanya wisata hutan mangrove ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga pelestarian mangrove bagi kawasan pinggir pantai.

Lanjut Rahmat, sementara untuk objek wisata Buntu Mattabing yang sempat mati suri akan dikembangkan kembali. Beberapa fasilitas akan dilakukan perbaikan.

“Karena sudah lama tidak berfungsi maka beberapa fasilitas akan direnovasi diantaranya jalan setapak, gasebo dan taman,” terangnya.(udy/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top