Utama

Nasdem dan PAN Yakin Lolos PT

*Menanggapi Hasil Survei CRC

PALOPO — Lembaga riset Celebes Research Center (CRC), baru-baru ini merilis hasil survei nasional mengenai tingkat elektabilitas partai politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hasilnya, cukup mencengangkan. Banyak partai yang dianggap populer yang berisikan caleg-caleg tokoh, justru tak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Hanya 6 parpol yang dinyatakan lolos. Masing-masing adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, PKS, serta Demokrat. Sementara itu, 10 parpol lainnya yang tak lolos PT, yakni, seperti NasDem, PPP, dan PAN.

Di dapil Sulsel 3, beberapa tokoh yang maju caleg DPR RI diantaranya, dari PKB ada Yonerius, Gerindra ada dr Hj Felicitas Tallulembang (petahana), Arsyad Kasmar, Agus Arifin Nu’mang, Andi Tenri Karta, La Tinro Latunrung. Di PDIP ada Yacobus K Mayong Padang, Sarce Bandaso, dan Edward Tanari.

Di Golkar masih ada drg Hj Andi Fauziah Pujiwatie Hatta (petahana), Abdillah Natsir, Emir Baramuli, dan Muh.Fauzi, serta di PKS ada pendatang Brigjen (purn) Muslimin Akib.

Lalu untuk partai PPP ada Abubakar Wasahua (petahana), dan Darwis Ismail. Di NasDem ada Luthfi A Mutty (Petahana), Rusdi Masse, Hayarna Basmin. Di PAN ada Amran SE (petahana), dan Buhari Kahar Muzakkar, serta di Partai Berkarya ada Badaruddin A Picunang.

Menanggapi hasil survei tersebut, juru bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan yang juga anggota DPRD Sulsel, Muh Rajab, angkat bicara. Menurutnya, hasil survei CRC tersebut berbanding terbalik dengan hasil beberapa lembaga survei lainnya.

“NasDem tetap optimis masuk dalam PT (parliamentary treshold) di Pileg 2019. Kalau survei CRC menunjukkan NasDem dibawah angka PT, lembaga survei yang lain justru menunjukkan bahwa NasDem melewati angka ambang batas 4 persen.

Saya tidak usah menyebut nama lembaga survei, agar tidak mengkonflikkan sesama lembaga survei,” ungkap Rajab kepada Palopo Pos, Selasa (12/2/2019).

Hal sama, menurut Rajab, juga pernah terjadi pada Pileg 2014 silam. Pada beberapa hasil survei saat itu, menempatkan partai besutan Surya Paloh ini dibawah ambang batas parlemen.

“Coba kita liat di Pileg 2014 yang lalu, survei NasDem selalu dibawah angka PT. Tapi nyatanya NasDem bisa meraih 6,8 persen suara secara nasional,” tambah Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.
Apalagi sekarang, kata Rajab, partainya telah memiliki sejumlah figur-figur yang mumpuni secara nasional.

“Sekarang NasDem punya anggota DPR, NasDem punya gubernur terpilih, NasDem punya bupati dan walikota, serta NasDem ada di barisan menteri,” bebernya.

Kekuatan ini, menurutnya, akan mampu membalikkan hasil-hasil survei yang selama ini menempatkan NasDem sebagai partai yang belum masuk kategori aman untuk lolos ke parlemen.

“Tentu saja, kekuatan ini bisa menjadi modal utama dalam mengangkat posisi NasDem di tiga besar Pileg 2019. Kami masih optimis, NasDem akan menang besar menuju tiga besar di 2019 ini,” pungkasnya.

PAN Yakin

Sementara itu, menurut politisi PAN yang juga caleg DPR RI, Buhari Kahar Muzakkar optimis PAN bisa lolos PT. Hal itu berdasar dari hasil survei internal partai.

“Kami yakin insya allah PAN akan lolos untuk parlementary treshold (PT) 4 persen pada pemilu 2019 ini,” tegasnya saat dihubungi, Selasa, kemarin.

Lanjut Buhari, sebagaimana pada pemilu sebelumnya, survei PAN sebelum pemilu hanya skitar 3 persen, tapi setelah pemilu akhirnya mencapai 6,5 persen.
Lalu baru-baru ini, DPP PAN mengadakan survei per dapil melalui lembaga independen dan hasilnya sudah sangat aman untuk lolos PT,” kuncinya.

Sementara itu praktisi politik Dr Firdaus Muhammad dari IAIN Alauddin, Makassar mengatakan, peta elektabilitas partai politik yang dipresentasikan CRC menggambarkan realitas politik saat survei dijalankan.

Namun konstelasi bisa berubah selama partai membaca survei secara rasional dan meresponnya dengan progresivitas pergerakannya agar terjaring ke Senayan. Artinya konstelasi bisa berubah selama partai mampu melakukan manuver yang inovatif, massif dan terukur. (idr)

Click to comment

Most Popular

To Top