Utama

Oknum Guru SMA Cabuli Ponakan Sejak 2018

*Korban Diimingi Uang Rp50 Ribu

PALOPO — Biadab. Itu kata yang pantas dialamatkan ke oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) salah satu SMA di Kota Palopo, inisial YU (50), warga Jalan Landau, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur Kota Palopo.

Betapa tidak, karena terhasut godaan setan, oknum guru ini, tega mencabuli keponakannya sendiri.
Adalah AN (13), alamat Jalan Jenderal Sudirman Kota Palopo.

Perbuatan asusila itu sebenarnya sudah dilakukan pelaku sejak
pertengahan 2018. Bahkan, perbuatan bejatnya itu, masih dilakukan hingga akhir Januari 2019.

Pelaku membujuk korban dengan iming-iming akan diberikan uang Rp50 ribu. Kemudian pelaku dengan memaksa memegang areal terlarang korban.

Meski korban berontak, namun pelaku tidak mengindahkan, bahkan dari keterangan korban bahwa pelaku telah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri.
Kasus tersebut terkuak, setelah korban yang tidak tahan dengan perbuatan pamannya itu, menceritakan apa yang dialami kepada teman sekolahnya.

Kemudian dari teman, diteruskan ke guru BK di SMP tempat korban menuntut ilmu.

“Nanti korban cerita sama temannya, temannya itu melaporkan ke guru BK bahwa YU yang tak lain paman korban telah melakukan perbuatan pencabulan. Atas dasar itulah, guru BK menyampaikan ke orangtua korban selanjutnya kasus tersebut dilaporkan ke Polres Palopo,” kata Kasat Reskrim, Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf SE SIk, kepada Palopo Pos, di Mapolres Palopo, Selasa, 12 Februari 2019.

Usai menerima laporan korban, kemudian dilakukan proses penyelidikan hingga akhirnya pelaku dibekuk di kediamannya di Jalan Landau Kota Palopo.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatannya.

Dalam kasus tersebut, Unit Reskrim Polres Palopo, meminta kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Palopo, agar melakukan pendampingan melibatkan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Luwu Raya.

“Ini kita lakukan untuk menghindari gesekan psikologi korban. Karena kami yakin bahwa akibat dari kejadian ini mental korban pasti goyang, sehingga harus didampingi PPA Polres Palopo serta LPPA Luwu Raya kalau perlu melibatkan instansi terkait,” ucap Ardy Yusuf. (ded/idr)

Click to comment

Most Popular

To Top