Ekonomi

Pengiriman JNE Normal Kembali

ilustrasi

PALOPO— Pengiriman barang melalui perusahaan logistik PT JNE sempat terganggu. Banyak warga yang komplian, lantaran paket mereka belum diterima. Namun itu hanya berlangsung satu hari. Kini sudah normal kembali.

Hal itu diungkapkan staf JNE Palopo yang ditemui Palopo Pos di kantornya, Jl. Merdeka Non Blok, Selasa, 12 Februari 2019 kemarin. Hanya saja, staf tersebut enggan berkomentas banyak karena pimpinannya sedang ke Makassar.

Dari pantauan Palopo Pos, aktivitas pengiriman barang di JNE Palopo Selasa kemarin, berjalan normal seperti biasanya. Sejumlah warga datang mengambil paket kirimannya. Ada juga yang mengirim paket ke daerah lain.

Informasi yang dihimpun, dalam satu hari kiriman yang masuk ke Palopo melalui JNE mencapai 37 paket (satu paket, satu karung). Jumlah paket yang datang lebih banyak dari paket yang dikirim keluar daerah.

Pengiriman dari Jakarta ke Palopo, rata-rata tiba dua hingga tiga hari. Pengiriman melalui kargo udara tiba di Makassar. Dari Makassar diangkut menggunakan transportasi darat ke Palopo. Tarif pengiriman juga masih tetap, tidak ada kenaikan.

Sebagaimana dilansir media, Presiden Direktur PT JNE Mohamad Feriadi mengatakan, imbasnya JNE melakukan penghentian penggunaan kargo udara secara total. Nantinya, anggota Asperindo yang lain pun kata dia akan melakukannya.

“JNE sudah total, yang lain sambil kita cek lagi. Tapi kita mau ini total, kita mau anggota kita bertahan,” ungkap Feriadi di Jakarta, (7/2) lalu.
Feriadi menegaskan pihaknya akan melakukan aksi penghentian itu hingga waktu yang belum ditentukan. Dia mengatakan pihaknya akan menggunakan jalur darat dalam operasinya.

“Kami sebagai konsumen yang merasa tarifnya sangat tinggi kami mencari alternatif pengiriman yang lebih efisien ya. Akhirnya kami mengalihkan kiriman yang lewat udara kami alihkan lewat darat,” kata Feriadi.

Feriadi mengatakan belum menentukan sampai kapan pihaknya melakukan penghentian penggunaan kargo udara. Dia mendesak agar maskapai penerbangan menurunkan kembali tarif kargo.

“Belum ditentukan kapannya, tergantung liat kondisi ya, apakah airline akan turunkan tarif atau tidak. Karena kalau itu tarif airline diturunkan kami akan kembali seperti sedia kala,” ungkap Feriadi. “Kan sekarang masalahnya itu tarifnya kan mahal ya kami merasa keberatan,” tegasnya.

Feriadi dan pihaknya, mengeluhkan tingginya kenaikan tarif pada kargo udara. Menurutnya tarif kargo udara naik hingga 300%.
“Persentase kenaikan total mencapai lebih dari 300%. Makanya tinggi sekali. Kenaikan itu terjadi pertama sejak Juni 2018. Sampai Januari ini naik dua kali total 300% lebih,” katanya. (ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top